Jakarta

Pasca Insiden Balita Tewas Terperosok ke Lubang Proyek di Manggarai, DPRD DKI Dorong Pemprov Evaluasi Menyeluruh

Laode Akbar | 1 Juli 2026, 15:18 WIB
Pasca Insiden Balita Tewas Terperosok ke Lubang Proyek di Manggarai, DPRD DKI Dorong Pemprov Evaluasi Menyeluruh
Evakuasi penyelamatan balita yang terjatuh ke lubang proyek di kawasan Manggarai, Jakarta Selatan (@damkartebet)

AKURAT JAKARTA – Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta, Kevin Wu, mendorong Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan proyek pembangunan.

Hal ini menyusul meninggalnya seorang balita berinisial I alias O (4) usai terperosok ke lubang proyek Lapangan Multifungsi Taman RW 04 di Jalan Manggarai Utara II, Kelurahan Manggarai, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan pada Sabtu, 27 Juni 2026.

Kevin menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan menegaskan bahwa pemerintah tidak hanya berkewajiban memberikan pendampingan, tetapi juga memastikan kejadian serupa tidak kembali terulang.

"Yang paling penting adalah memastikan peristiwa seperti ini tidak terulang lagi," kata Kevin dalam keterangannya, Selasa (1/7/2026).

Baca Juga: Gubernur Pramono Ultimatum Mall PS dan Senci Agar Segera Bikin Terowongan Penghubung Bawah Tanah, Jika Tidak Maka Pajaknya Akan Dinaikkan

Menanggapi pernyataan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, yang mempersilakan keluarga korban menempuh jalur hukum, Kevin menilai hal tersebut merupakan bentuk penghormatan terhadap hak setiap warga negara untuk mencari keadilan.

"Namun, di luar proses hukum, yang lebih penting adalah evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan proyek-proyek di Jakarta," ujarnya.

Kevin menilai seluruh proyek yang berada di bawah inisiasi Pemprov DKI, termasuk yang dikerjakan melalui skema CSR, harus memenuhi standar keselamatan yang ketat.

Menurutnya, area proyek wajib dilengkapi pagar pengaman, rambu peringatan yang jelas, pencahayaan yang memadai, serta pengawasan agar tidak membahayakan masyarakat, khususnya anak-anak.

Ia juga meminta aparat penegak hukum melakukan investigasi secara objektif dan transparan. Jika ditemukan adanya unsur kelalaian, pihak yang bertanggung jawab harus diproses sesuai ketentuan yang berlaku.

Baca Juga: Hasil Piala Dunia Hari Ini, 1 Juli 2026: Haaland Loloskan Norwegia, Prancis Pesta Gol, Meksiko Ulang Sejarah 1986

Lebih lanjut, politikus PSI itu mendesak Inspektorat DKI Jakarta melakukan audit kepatuhan terhadap standar keselamatan seluruh proyek yang berada di bawah koordinasi Pemprov DKI.

"Peristiwa ini harus menjadi pelajaran penting bagi seluruh pihak. Pembangunan memang harus terus berjalan, tetapi jangan sampai mengorbankan keselamatan warga," ucap Kevin.

"Tidak boleh ada satu pun proyek yang mengabaikan aspek keamanan karena nyawa manusia jauh lebih berharga daripada target penyelesaian pekerjaan," tandasnya.

Diketahui, seorang bocah berusia tiga tahun dilaporkan meninggal dunia setelah terjatuh ke dalam lubang proyek pembangunan taman di kawasan Manggarai, Tebet, Jakarta Selatan, pada Sabtu (27/6/2026) malam.

Korban sempat dievakuasi oleh petugas pemadam kebakaran sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

Baca Juga: Targetkan Juara Umum Porprov Banten VII 2026, Bupati Tangerang Berikan Motivasi Kepada Ratusan Atlet dan Pelatih

Bocah itu meninggal dunia saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta Pusat pada Minggu (28/6/2026) lalu. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.