Jakarta

Legislator Golkar Dadiyono Dorong Pembentukan Relawan Damkar di Setiap RW untuk Cegah Kebakaran

Laode Akbar | 12 Juni 2026, 20:14 WIB
Legislator Golkar Dadiyono Dorong Pembentukan Relawan Damkar di Setiap RW untuk Cegah Kebakaran
Bendahara Fraksi Golkar DPRD DKI, Dadiyono

AKURAT JAKARTA - Bendahara Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta, Dadiyono, mendorong pembentukan relawan pemadam kebakaran di setiap RW sebagai upaya memperkuat pencegahan dan penanganan dini kebakaran di lingkungan permukiman warga.

Ia menilai keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting dalam menekan risiko kebakaran, terutama di tengah tingginya intensitas kejadian kebakaran yang terjadi belakangan ini di Jakarta.

Menurut Dadiyono, Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta perlu lebih masif melakukan edukasi kepada masyarakat sekaligus memperluas pembinaan relawan di tingkat lingkungan.

Baca Juga: Tinjau RDF Rorotan, Legislator Golkar Judistira Soroti Peningkatan Infrastruktur Akses Jalan dan Armada Sampah

"Jadi relawan-relawan kita harus, Dinas Pemadam Kebakaran masif di lingkungan masing-masing, setiap RW-nya membentuk relawan-relawan untuk di Dinas Pemadam Kebakaran," kata Dadiyono kepada Akurat Jakarta, Jumat (12/6/2026).

Ia menjelaskan, keberadaan relawan di tingkat RW dapat menjadi garda terdepan dalam upaya pencegahan kebakaran.

Selain memberikan edukasi kepada warga, relawan juga dapat membantu melakukan penanganan awal sebelum petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi.

Dadiyono mengatakan, upaya tersebut perlu dibarengi dengan peningkatan pemahaman masyarakat mengenai potensi penyebab kebakaran yang sering terjadi di lingkungan permukiman.

"Kebakaran-kebakaran yang terjadi ini berawal rata-rata dari faktor-faktor yang sebenarnya kalau masyarakat ini dikasih edukasi, jadi paham untuk pencegahannya," tuturnya.

Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta itu menegaskan langkah pencegahan harus menjadi prioritas mengingat kondisi permukiman Jakarta yang padat.

Dalam situasi tersebut, api dapat dengan cepat menjalar ke bangunan lain dan menimbulkan kerugian yang lebih besar.

"Karena kita tahu posisi geografis Jakarta ini kepadatan rumahnya sangat tinggi. Satu kena, berdampak bisa dalam waktu singkat," katanya.

Selain pembentukan relawan, Dadiyono juga menilai program penyediaan alat pemadam api ringan (APAR) di lingkungan warga perlu diperluas.

Namun, ia mengingatkan bahwa pengadaan APAR harus disertai pelatihan dan edukasi agar masyarakat dapat memanfaatkannya secara optimal saat menghadapi keadaan darurat.

"Jangan cuma sekadar pengadaannya, tapi juga harus dibekali edukasi ke masyarakatnya," ucapnya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

L
Reporter
Laode Akbar
Y