Program Satu APAR Satu RT Dinilai Belum Optimal, Legislator Golkar Dadiyono Dorong Penambahan Pengadaan

AKURAT JAKARTA - Bendahara Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta, Dadiyono, menilai program Satu RT Satu Alat Pemadam Api Ringan (APAR) masih belum menjangkau seluruh wilayah ibu kota.
Karena itu, pemerintah daerah didorong untuk menambah pengadaan APAR guna memperkuat upaya pencegahan kebakaran di lingkungan permukiman.
Ia mengatakan, masih banyak masyarakat yang belum menerima manfaat program tersebut karena keterbatasan jumlah APAR yang tersedia.
"Masih belum banyak yang terjangkau ya, yang belum bisa menerima manfaat atau menerima APAR ini masih karena memang pengadaannya sangat terbatas," kata Dadiyono kepada wartawan, beberapa waktu lalu.
Menurut dia, DPRD DKI melalui Komisi A telah mendorong agar pengadaan APAR ditingkatkan seiring meningkatnya kasus kebakaran yang terjadi di sejumlah wilayah Jakarta dalam beberapa waktu terakhir.
"Makanya kemarin di Komisi A kita mendorong untuk posisinya pengadaan APAR ini ditambah," ujarnya.
Meski demikian, Dadiyono menegaskan penambahan jumlah APAR saja tidak cukup untuk menekan risiko kebakaran.
Masyarakat juga perlu mendapatkan edukasi mengenai cara penggunaan alat tersebut agar dapat melakukan penanganan awal saat muncul titik api.
"Tapi jangan cuma sekadar pengadaannya, tapi juga harus dibekali edukasi ke masyarakatnya," katanya.
Anggota Komisi A DPRD DKI itu juga mendorong Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta memperluas pembinaan relawan kebakaran di lingkungan warga.
Menurutnya, keberadaan relawan di tingkat RW dapat membantu meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi kebakaran.
"Jadi relawan-relawan kita harus, Dinas Pemadam Kebakaran masif di lingkungan masing-masing, setiap RW-nya membentuk relawan-relawan untuk di Dinas Pemadam Kebakaran," tuturnya.
Dadiyono menilai peran masyarakat sangat penting dalam upaya pencegahan kebakaran, terutama mengingat kondisi permukiman Jakarta yang padat sehingga api dapat dengan cepat merambat ke bangunan lain apabila tidak segera ditangani.
"Peran masyarakat sangat penting, sangat penting," pungkasnya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Rumania vs Wales, 7 Juni 2026: Misi Akhiri Paceklik Kemenangan
- 2Prediksi Skor Denmark vs Ukraina, 7 Juni 2026: De Rod-Hvide Bidik Kebangkitan di Odense
- 3Prediksi Skor Arab Saudi vs Puerto Rico, 6 Juni 2026: Kesempatan Falcons Kembali ke Jalur Kemenangan
- 4Prediksi Skor Georgia vs Bahrain, 5 Juni 2026: Crusaders Ingin Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan
- 5Daftar 15 Lokasi Nobar Timnas Indonesia vs Mozambik di Jabodetabek pada FIFA Matchday Hari Ini, Selasa 9 Juni 2026
- 6Prediksi Skor Yunani vs Italia, 8 Juni 2026: Ujian Berat Generasi Baru Azzurri
- 7Daftar 33 Lokasi Nobar Timnas Indonesia vs Oman di Jakarta dalam FIFA Matchday 2026 Hari Ini, Yuk Dukung Garuda!
- 8Prediksi Skor Slovakia vs Montenegro, 5 Juni 2026: Duel Sengit di Kosicka
- 9Ancol Sunset Sound: Cara Baru Menikmati Sunset di Jakarta Lewat Musik, Pantai, Kuliner, dan Staycation
- 10Dorong Pola Hidup Sehat dan Ekonomi Lokal, Bupati Tangerang Lepas Fun Run 5K Komunitas Wisata Kreatif 2026






