Jakarta

Tak Sekadar Seremonial, Legislator Golkar Farah Savira Dorong Program Wirausaha Muda Produktif Harus Berkelanjutan

Laode Akbar | 10 Juni 2026, 07:11 WIB
Tak Sekadar Seremonial, Legislator Golkar Farah Savira Dorong Program Wirausaha Muda Produktif Harus Berkelanjutan
Anggota Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta, Farah Savira

AKURAT JAKARTA - Anggota Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta, Farah Savira, mendorong agar Program Wirausaha Muda Produktif (WMP) yang diinisiasi Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) bersama Forum Kewirausahaan Pemuda (FKP) tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata.

Menurut Farah, program tersebut perlu memiliki keberlanjutan yang mampu mendukung pengembangan usaha serta meningkatkan kapasitas para peserta secara berkesinambungan.

Ia menilai program pembinaan aktivitas kepemudaan dapat diintegrasikan dengan berbagai perangkat daerah agar manfaatnya lebih dirasakan masyarakat.

Baca Juga: Legislator Golkar Syafi Fabio Soroti Penanganan Aset Fasos-Fasum, Minta Target dan Hasil Konkret

"Dalam artian nggak sekadar event," ujar Farah dalam keterangan tertulis dikutip, Selasa (9/6/2026).

Farah mengusulkan agar peserta Program WMP mendapatkan akses lanjutan melalui kerja sama antara Dinas Tenaga Kerja dengan Bank Jakarta.

Skema tersebut dinilai dapat memberikan dukungan yang lebih luas bagi para peserta setelah mengikuti program.

Menurutnya, selain memperoleh pembinaan, para peserta juga perlu memiliki kesempatan untuk mengembangkan usaha dan aktivitas produktif yang tengah mereka jalankan.

"Supaya anak-anak ini juga punya keberlanjutan terkait usaha dan aktivitas yang mereka jalankan," katanya.

Lebih lanjut, Farah menilai kebutuhan utama generasi muda saat ini tidak hanya sebatas ruang berekspresi maupun kegiatan positif. Generasi muda juga membutuhkan peluang kerja yang dapat meningkatkan kesejahteraan mereka.

Anggota Komisi E DPRD DKI itu menegaskan pentingnya program yang mampu membuka lapangan pekerjaan, memberikan pembinaan berkelanjutan, serta meningkatkan keterampilan peserta.

"Bagaimana komunitas itu juga bisa hidup dengan adanya lapangan pekerjaan, pembinaan lanjutan, upgrading skills gitu," pungkas Farah. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

L
Reporter
Laode Akbar
Y