Kebakaran Berulang di Kebon Kosong Kemayoran, Komisi A DPRD DKI Nilai Mitigasi dan Sosialisasi Masih Lemah

AKURAT JAKARTA - Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta, Riano P. Ahmad, menilai kebakaran yang kembali terjadi di wilayah Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat, menunjukkan masih lemahnya upaya mitigasi dan pencegahan kebakaran di wilayah tersebut.
Menurut Riano, peristiwa kebakaran besar sebelumnya juga pernah terjadi di Kelurahan Kebon Kosong dengan dugaan penyebab korsleting listrik.
Karena itu, ia mempertanyakan mengapa kejadian serupa kembali berulang di lokasi yang sama dan penyebabnya diduga juga sama.
"Beberapa waktu lalu tepat di wilayah Kelurahan Kebon Kosong juga sudah terjadi kebakaran yang sangat luar biasa, yang diinvestigasi oleh pihak terkait juga korsleting listrik. Kenapa kejadian ini berulang kembali?" ujar Riano kepada wartawan, Rabu (3/6/2026).
Baca Juga: 5 Cara Mengatasi Sulit Tidur Menurut Dokter: Mulai dari Sinar Matahari hingga Aturan 90 Menit
Ia menilai berulangnya kejadian dengan dugaan penyebab yang sama mengindikasikan belum maksimalnya langkah pencegahan yang dilakukan pihak terkait.
Menurutnya, persoalan kebakaran tidak cukup hanya ditangani saat kejadian berlangsung, melainkan harus dimulai dari upaya antisipasi.
Politikus NasDem itu mengatakan, penyebab kebakaran akibat korsleting listrik selama ini masih menjadi salah satu faktor yang paling sering ditemukan.
Karena itu, ia meminta dinas terkait, khususnya Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat), untuk memperkuat edukasi kepada masyarakat.
"Saya berharap dinas terkait, khususnya Damkar, harus terus melakukan edukasi, sosialisasi, mitigasi, maupun memetakan daerah rawan kebakaran," katanya.
Ia juga menyoroti wilayah Jakarta Pusat, khususnya Kemayoran, yang beberapa kali mengalami kejadian serupa. Menurut dia, musibah memang tidak dapat diprediksi, tetapi faktor penyebabnya tetap dapat ditelusuri dan diantisipasi.
"Musibah bisa diinvestigasi, bisa dilakukan penyelidikan. Kalau penyebab utamanya korsleting, kenapa bisa berulang kembali?" ucapnya.
Riano menambahkan, pemerintah perlu lebih fokus memperkuat langkah-langkah pencegahan, mulai dari pemetaan kawasan rawan, sosialisasi penggunaan instalasi listrik yang aman, hingga simulasi penanganan kebakaran di lingkungan masyarakat.
Ia menilai pendekatan preventif harus menjadi perhatian utama agar kejadian serupa tidak terus berulang di wilayah padat penduduk.
Baca Juga: Era Baru di Anfield Dimulai! Andoni Iraola Resmi Sepakati Kontrak Dua Tahun Bersama Liverpool
"Saya lihat belum fokus dan belum sungguh-sungguh pihak-pihak terkait untuk melakukan pencegahan maupun penanggulangan kebakaran," tukasnya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!






