Usai Kebakaran Dahsyat di Kemayoran, Disdik DKI Siapkan Skema Ujian Susulan Akhir Semester Bagi Siswa Terdampak

AKURAT JAKARTA - Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta memastikan siswa terdampak kebakaran di wilayah Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat, tetap dapat mengikuti evaluasi akhir semester melalui mekanisme ujian susulan.
Kepala Disdik DKI Jakarta, Nahdiana, mengatakan bahwa skema ujian susulan bukan kebijakan khusus yang baru dibuat akibat peristiwa kebakaran, melainkan memang sudah menjadi bagian dari sistem evaluasi pendidikan di sekolah.
"Sebenarnya dalam skema ujian itu ada ujian utama dan ada ujian susulan. Kalau tidak ada musibah pun misalnya ada anak yang sakit atau berhalangan, tetap diberikan kesempatan mengikuti ujian susulan," kata Nahdiana kepada wartawan, Rabu (3/6/2026).
Baca Juga: Pasca Jalan Lenteng Agung Amblas, Pemprov DKI Mulai Petakan Sejumlah Titik Rawan Infrastruktur Tua
Ia menjelaskan, pelaksanaan evaluasi akhir semester saat ini memang tengah berlangsung di sejumlah sekolah.
Namun, pelaksanaannya tidak dilakukan secara serentak karena mengikuti kalender akademik dan kewenangan masing-masing sekolah.
"Kalau ini tidak ada ujian yang sifatnya serempak. Sudah ada kalender akademis untuk evaluasi dan pelaksanaannya diserahkan kepada sekolah," ujarnya.
Disdik DKI juga telah melakukan pendataan terhadap siswa yang terdampak kebakaran. Menurut Nahdiana, pendataan masih terus berjalan untuk memastikan jumlah anak yang membutuhkan fasilitas ujian susulan maupun bantuan lainnya.
"Sedang didata oleh tim kami, karena tidak semua anak terdampak apakah sudah mengikuti ujian atau belum," ucapnya.
Baca Juga: Pasca Jalan Lenteng Agung Amblas, Pemprov DKI Mulai Petakan Sejumlah Titik Rawan Infrastruktur Tua
Nahdiana menambahkan, meski gedung sekolah tidak terdampak kebakaran, banyak siswa mengalami dampak langsung karena tempat tinggal mereka ikut terbakar.
Kondisi itu membuat sejumlah anak kehilangan perlengkapan sekolah hingga dokumen pendidikan.
Untuk membantu siswa, Disdik DKI membuka posko layanan bagi warga yang kehilangan dokumen pendidikan, seperti ijazah.
Selain itu, bantuan berupa seragam, buku, dan alat pendukung belajar juga sedang disiapkan.
Menurutnya, perhatian pemerintah tidak hanya tertuju pada keberlangsungan ujian, tetapi juga memastikan anak-anak dapat kembali belajar tanpa hambatan.
Baca Juga: Mees Hilgers Bahagia Bisa Kembali Gabung Latihan Timnas Indonesia
"Concern-nya Pak Gub dan Pak Wagub bagaimana anak-anak tidak terkendala kembali untuk belajar. Bukan hanya sekadar ujiannya, tetapi juga psikisnya, bukunya, dan seragamnya," tukas dia. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!





