Jakarta

Wagub Rano Sebut 95 Persen Kebakaran di Jakarta Akibat Korsleting Listrik, Soroti Penggunaan Stopkontak Berlebihan

Laode Akbar | 2 Juni 2026, 16:08 WIB
Wagub Rano Sebut 95 Persen Kebakaran di Jakarta Akibat Korsleting Listrik, Soroti Penggunaan Stopkontak Berlebihan
Kebakaran di Kebon Kosong, Kemayoran, diduga disebabkan oleh korsleting listrik.

AKURAT JAKARTA - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, menyoroti persoalan instalasi listrik rumah tangga di permukiman padat. Sebab, mayoritas kasus kebakaran di Jakarta dipicu oleh korsleting listrik.

Hal itu disampaikannya usai meninjau lokasi kebakaran di kawasan Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (2/6/2026).

Rano mengatakan, berdasarkan analisa Pemprov DKI Jakarta, hampir 95 persen kejadian kebakaran di ibu kota disebabkan oleh masalah kelistrikan.

Baca Juga: Bocoran Kapten Timnas Indonesia Pengganti Jay Idzes, Dipilih Para Pemain

"Oke kalau Anda bicara case by case, agak sulit kita temukan. Tapi analisa kita, kebakaran di Jakarta 95 persen diakibatkan karena korsleting," kata Rano kepada wartawan di lokasi.

Ia menjelaskan, penggunaan stopkontak secara berlebihan masih menjadi kebiasaan yang kerap ditemukan di lingkungan permukiman padat penduduk. Kondisi tersebut dinilai berisiko memicu panas berlebih hingga menyebabkan kebakaran.

"Saya minta maaf, teman-teman tahu bagaimana situasinya, kadang-kadang dalam rumah seperti ini ada satu stopkontak dicolok 10 charger HP, kemudian belum buat kompor segala macam, akibatnya inilah terjadi panas. Nah itu realita yang kita dapatkan," ujarnya.

Mantan Anggota DPR RI itu juga mengingatkan masyarakat untuk lebih memperhatikan keamanan instalasi listrik di rumah sebagai langkah pencegahan.

Baca Juga: Pembaruan Menakjubkan! Ini Dia Honda BeAT 150 Hadir dengan Desain Sporty dan Fitur Unggulan, Jadi Tampil Beda!

Menurutnya, kewaspadaan terhadap penggunaan listrik harus menjadi perhatian utama masyarakat.

"Sekali lagi, mudah-mudahan kejadian ini yang terakhir agar masyarakat juga menjaga lingkungannya. Kalau ini selalu terjadi, pasti akan rugi bagi kita semua," harapnya.

Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta menyatakan keprihatinannya atas kebakaran yang terjadi di kawasan Kemayoran.

Berdasarkan data sementara, peristiwa tersebut berdampak pada 304 bangunan dan 354 kepala keluarga dengan total 679 jiwa terdampak.

Pemerintah daerah telah menyiapkan sejumlah fasilitas penanganan bagi korban, mulai dari posko pengungsian, layanan kesehatan, dapur umum, hingga dukungan psikologis. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.