Jakarta

Legislator Golkar Dadiyono Dorong BPBD DKI Perkuat Dukungan bagi Relawan Kebencanaan Melalui Perlengkapan Memadai

Laode Akbar | 3 Juni 2026, 07:58 WIB
Legislator Golkar Dadiyono Dorong BPBD DKI Perkuat Dukungan bagi Relawan Kebencanaan Melalui Perlengkapan Memadai
Bendahara Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta, Dadiyono

AKURAT JAKARTA - Bendahara Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta, Dadiyono, mendorong Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta memperkuat dukungan terhadap relawan kebencanaan di tingkat wilayah melalui penyediaan perlengkapan keselamatan yang memadai.

Menurut Dadiyono, relawan selama ini menjadi garda terdepan dalam membantu masyarakat saat situasi darurat, khususnya di wilayah dengan tingkat kerawanan bencana tinggi seperti banjir.

Karena itu, keberadaan relawan perlu diimbangi dengan dukungan fasilitas yang memadai agar mereka dapat bekerja secara aman.

Baca Juga: Legislator Golkar Alia Laksono Dukung E-Election, namun Sebut Masih Banyak Warga yang Belum Melek Digital

"Relawan kebencanaan ini harus difasilitasi. Jangan sampai relawan justru ikut menjadi korban," ujar Dadiyono dalam keterangannya, Selasa (2/6/2026).

Ia menilai, relawan membutuhkan perlengkapan dasar seperti jaket pelampung, sepatu bot, serta alat pelindung lainnya yang dapat digunakan saat proses evakuasi.

Dukungan terhadap relawan, kata dia, tidak cukup hanya melalui pembentukan kelompok tangguh bencana, tetapi juga perlu diwujudkan dalam bentuk sarana pendukung di lapangan.

Anggota Komisi A DPRD DKI itu juga meminta BPBD DKI Jakarta memberi perhatian terhadap kebutuhan relawan yang berasal dari unsur masyarakat, Karang Taruna, maupun komunitas warga.

Sebab, relawan kerap bergerak lebih cepat dalam merespons kondisi darurat sebelum bantuan resmi tiba di lokasi.

"Diharapkan kebutuhan relawan kebencanaan dapat masuk dalam perencanaan program. Dengan begitu, relawan dapat bekerja lebih aman saat terjadi bencana," tukasnya.

Sementara itu, Ketua Komisi A DPRD DKI Jakarta, Inggard Joshua, menekankan pentingnya koordinasi lintas perangkat daerah dalam penanganan bencana.

Menurutnya, BPBD, Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat), Satpol PP, hingga unsur kewilayahan harus bergerak dalam sistem yang terintegrasi.

“Harus ada posko terpadu. BPBD punya relawan, Gulkarmat punya relawan, Satpol PP juga ada di wilayah. Ini harus disinkronkan,” kata Inggard.

Berdasarkan data BPBD DKI Jakarta, sebanyak 3.000 jaket pelampung telah didistribusikan melalui kelurahan rawan banjir.

Sementara kebutuhan sepatu bot bagi relawan belum masuk dalam anggaran tahun 2025 dan menjadi catatan untuk perencanaan program berikutnya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

L
Reporter
Laode Akbar
Y