Percepat Revitalisasi, Wagub Rano Karno Bakal Berkantor di Kawasan Kota Tua Mulai Bulan Depan

AKURAT JAKARTA - Wakil Gubernur Jakarta, Rano Karno, menyatakan keseriusan pemerintah daerah dalam mempercepat revitalisasi kawasan Kota Tua. Salah satu langkah konkret yang disiapkan adalah rencana berkantor langsung di kawasan tersebut.
Pernyataan itu disampaikannya usai kegiatan Intimate Dialogue Kota Tua Update yang digelar di Balai Kota Jakarta, Kamis (9/4/2026).
Dalam forum tersebut, Pemprov DKI melibatkan berbagai pihak, termasuk konsorsium Kota Tua dan para pakar, guna mematangkan rencana penataan kawasan bersejarah itu.
"Insyaallah di saat waktunya tepat, saya sendiri sebagai penanggung jawab akan berkantor di Kota Tua," ujar Rano kepada wartawan.
Menurutnya, kehadiran langsung di lokasi diharapkan dapat mempercepat koordinasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD) serta memastikan setiap tahapan revitalisasi berjalan sesuai rencana.
Ia menyebut, saat ini Pemprov DKI juga telah membentuk tim khusus dan kelompok kerja (pokja) untuk mempercepat proses tersebut.
Rano mengungkapkan, rencana kepindahan berkantor itu kemungkinan akan direalisasikan dalam waktu sekitar satu bulan ke depan, setelah lokasi dan desain ruang kerja rampung disiapkan.
"Tempatnya mungkin sudah ada, tinggal kita desain. Barangkali satu bulan lagi kita akan pindah ke Kota Tua," katanya.
Baca Juga: Prediksi Skor Real Madrid vs Girona di La Liga, 11 April 2026: Los Blancos Wajib Bangkit di Bernabeu
Politikus PDIP itu menegaskan, langkah tersebut menjadi simbol keseriusan Pemprov DKI dalam mengembalikan identitas Kota Tua sebagai kawasan bersejarah sekaligus memperkuat posisinya sebagai bagian dari wajah Jakarta sebagai kota global.
Dalam proses revitalisasi, Pemprov DKI juga menggandeng sejumlah ahli, termasuk tim yang sebelumnya terlibat dalam pengembangan kawasan Kota Lama Semarang.
Selain itu, terdapat tiga dokumen master plan yang tengah dikolaborasikan, yakni dari Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Pertanahan (Citata), MRT Jakarta, serta Pembangunan Jaya.
Adapun fokus awal revitalisasi akan diarahkan pada zona inti Kota Tua yang memiliki luas sekitar 80 hektare dari total kawasan sekitar 363 hektare. Area tersebut mencakup sejumlah titik ikonik seperti kawasan Museum Bahari dan Alun-alun Fatahillah.
Rano menambahkan, kehadirannya berkantor di Kota Tua bukan hanya bersifat simbolis, melainkan untuk memastikan setiap langkah penataan berjalan efektif hingga nantinya terbentuk badan pengelola kawasan secara permanen.
Baca Juga: 6 Cara Agar Parfum Tahan Lama Seharian, Rahasianya Ternyata Sederhana!
"Selama Kota Tua belum dikelola oleh badan pengelola, kami akan memastikan tahapan revitalisasi ini berjalan dengan baik," ucapnya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Prediksi Skor Rumania vs Wales, 7 Juni 2026: Misi Akhiri Paceklik Kemenangan
- 2Prediksi Skor Denmark vs Ukraina, 7 Juni 2026: De Rod-Hvide Bidik Kebangkitan di Odense
- 3Prediksi Skor Arab Saudi vs Puerto Rico, 6 Juni 2026: Kesempatan Falcons Kembali ke Jalur Kemenangan
- 4Prediksi Skor Georgia vs Bahrain, 5 Juni 2026: Crusaders Ingin Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan
- 5Daftar 15 Lokasi Nobar Timnas Indonesia vs Mozambik di Jabodetabek pada FIFA Matchday Hari Ini, Selasa 9 Juni 2026
- 6Prediksi Skor Yunani vs Italia, 8 Juni 2026: Ujian Berat Generasi Baru Azzurri
- 7Daftar 33 Lokasi Nobar Timnas Indonesia vs Oman di Jakarta dalam FIFA Matchday 2026 Hari Ini, Yuk Dukung Garuda!
- 8Prediksi Skor Slovakia vs Montenegro, 5 Juni 2026: Duel Sengit di Kosicka
- 9Ancol Sunset Sound: Cara Baru Menikmati Sunset di Jakarta Lewat Musik, Pantai, Kuliner, dan Staycation
- 10Dorong Pola Hidup Sehat dan Ekonomi Lokal, Bupati Tangerang Lepas Fun Run 5K Komunitas Wisata Kreatif 2026




