Legislator Golkar Dadiyono Tekankan Perda Pembangunan Keluarga Jadi Fondasi Mencetak Generasi Berkualitas di Jakarta

AKURAT JAKARTA - Bendahara Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta, Dadiyono, menilai Peraturan Daerah (Perda) tentang Pembangunan Keluarga yang tengah dibahas memiliki peran strategis dalam menyiapkan generasi muda yang berkualitas sebagai penerus pembangunan Jakarta.
Ia mengatakan, keluarga merupakan unit paling dasar dalam kehidupan masyarakat. Karena itu, keberhasilan pembangunan sumber daya manusia tidak bisa dilepaskan dari penguatan peran keluarga.
"Perda ini kan baru, perdana. Kita apresiasi Perda tentang pembangunan keluarga ini. Kita tahu bahwasanya keluarga merupakan salah satu unsur paling bawah. Seluruh kegiatan di lingkungan ini kan berbasis dari keluarga," kata Dadiyono kepada wartawan, beberapa waktu lalu.
Menurut Dadiyono, tujuan utama dari regulasi tersebut adalah menciptakan generasi muda yang memiliki kualitas dan kredibilitas yang lebih baik di masa depan.
Namun, ia menegaskan pembentukan generasi unggul tidak hanya bertumpu pada kemampuan atau keterampilan semata.
"Kita penginnya ke depannya generasi-generasi yang tercipta, generasi muda sebagai penerus kita itu punya peningkatan kredibilitas dan kualitas. Ini kan berawal dari keluarga," ujarnya.
Dadiyono menambahkan, Perda Pembangunan Keluarga perlu memuat aspek pembentukan karakter, mental, dan akhlak selain penguatan keterampilan.
Menurutnya, nilai-nilai tersebut menjadi bekal penting bagi anak-anak dalam menghadapi tantangan masa depan.
"Anak-anak kita harus mempunyai bekal. Bekal ini bukan semata-mata tentang skill, tapi juga karakter, mental, dan akhlak. Ini juga harus tercantum dalam Perda ini," tuturnya.
Anggota Komisi A itu juga menekankan bahwa fungsi Perda tidak hanya sebagai instrumen pengaturan, tetapi harus mampu memberikan perlindungan kepada masyarakat.
Dengan implementasi yang baik dari pemerintah daerah dan dukungan masyarakat, regulasi tersebut diyakini dapat memberikan dampak positif bagi pembangunan Jakarta.
"Perda fungsinya pertama tentunya untuk mengatur, tapi juga harus bisa sebagai alat untuk melindungi," ucapnya.
Dadiyono meyakini penguatan institusi keluarga melalui regulasi tersebut akan mendukung upaya mewujudkan visi Jakarta sebagai kota global yang tetap berakar pada nilai-nilai budaya.
"Kalau dijalankan dengan baik oleh eksekutif dan masyarakat juga patuh, ini akan menciptakan sesuatu yang luar biasa untuk semakin mendorong dan mempercepat terciptanya slogan Jakarta sebagai Kota Global yang Berbudaya," tukasnya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!






