Legislator Golkar Sardy Wahab Soroti Minimnya Dukungan Fasilitas Pengolahan Sampah di Tingkat Lingkungan

AKURAT JAKARTA - Wakil Ketua Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta, Sardy Wahab, menyoroti terhadap minimnya dukungan sarana dan prasarana pengelolaan sampah di tingkat lingkungan.
Ia menilai pemerintah tidak bisa meminta masyarakat menyelesaikan persoalan sampah dari hulu tanpa menyediakan fasilitas yang memadai.
Hal tersebut disampaikan Sardy dalam rapat Panitia Khusus (Pansus) Pengelolaan Sampah DPRD DKI Jakarta, beberapa waktu lalu.
Baca Juga: Legislator Golkar Dadiyono Soroti Mandeknya Sistem Rujukan Gawat Darurat saat Cari ICU dan HCU
Menurutnya, konsep pengelolaan sampah dari sumber tidak akan berjalan efektif apabila warga dibiarkan bekerja sendiri tanpa dukungan anggaran dan perlengkapan.
"Kita suruh mereka menyelesaikan sampah di hulu, tapi sarana dan prasarananya tidak kita siapkan. Gila kita namanya itu," ujar Sardy.
Ia mengungkapkan, masih banyak kebutuhan dasar pengelolaan sampah di lingkungan yang belum terpenuhi, mulai dari tong sampah hingga gerobak pengangkut. Bahkan, permintaan bantuan fasilitas dari wilayah kerap tidak terealisasi seluruhnya.
"Jangan nanti orang minta gerobak sampah ke Jakarta Timur, kita minta 200 dikasihnya cuma 100, itu pun sampai sekarang enggak dapat. Katanya enggak ada duit," katanya.
Menurutnya, persoalan sampah tidak cukup hanya dibahas dalam konsep atau paparan, melainkan harus diikuti dukungan nyata di lapangan.
Apalagi, Jakarta tengah menghadapi ancaman pembatasan pembuangan sampah ke Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang.
Anggota Komisi D itu menilai anggaran pengelolaan sampah seharusnya menjadi prioritas, mengingat volume sampah di sejumlah wilayah terus meningkat setiap harinya.
Ia membandingkan kebutuhan fasilitas pengelolaan sampah dengan kebutuhan operasional kantor pemerintahan yang selalu disiapkan.
"Kenapa di kantor bisa siapkan kertas karena itu kebutuhan kantor. Tapi ketika bicara sampah lingkungan hidup, kenapa tidak disiapkan anggarannya?," tuturnya.
Ia juga meminta agar pembahasan dalam Pansus menghasilkan rekomendasi yang konkret dan segera dijalankan, tanpa harus menunggu pembahasan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) berikutnya.
"Jangan bicara nanti di APBD 2027. Ini harus segera," tegas Sardy. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Sevilla vs Rayo Vallecano di La Liga, 16 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Meraih Kemenangan Perdana di Laga Pembuka?
- 2Prediksi Skor Deportivo Alaves vs Getafe di La Liga, 16 Agustus 2026: Duel Dua Tim dengan Modal Pramusim Berbeda
- 3Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche di La Liga, 18 Agustus 2026: Duel Tim Promosi dan Penghuni Zona Bawah
- 4Prediksi Skor Espanyol vs Levante di La Liga, 17 Agustus 2026: Mampukah Los Periquitos Mengawali Musim dengan Kemenangan Kandang?
- 5Prediksi Skor Racing Santander vs Villarreal di La Liga, 16 Agustus 2026: Debutan Promosi Tantang Penghuni Tiga Besar
- 6Prediksi Skor Casa Pia vs Benfica di Liga Portugal, 18 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Mengulang Kejutan?
- 7Prediksi Skor Ajax vs Heerenveen di Eredivisie, 16 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Kembali Dominan di Johan Cruijff Arena?
- 8Prediksi Skor Excelsior vs PSV Eindhoven di Eredivisie, 16 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Patahkan Dominasi Sang Juara Bertahan?
- 9Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!
- 10Fasilitas Mewah KM Dharma Kartika V Dinodai Dugaan Pelecehan Anak hingga Pengeroyokan Pelajar, Begini Kronologinya






