Jakarta

TPST Bantargebang Jadi Penyumbang Emisi Gas Metana Terbesar Kedua di Dunia, Gubernur Pramono Siapkan 3 Langkah Penanganan Sampahnya

Laode Akbar | 7 Mei 2026, 15:16 WIB
TPST Bantargebang Jadi Penyumbang Emisi Gas Metana Terbesar Kedua di Dunia, Gubernur Pramono Siapkan 3 Langkah Penanganan Sampahnya
TPST Bantargebang sumbang emisi gas metana.

AKURAT JAKARTA - Gubernur Jakarta, Pramono Anung, menegaskan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tengah mempercepat pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi guna mengurangi emisi gas metana di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat.

Langkah itu disampaikan Pramono merespons sorotan terhadap TPST Bantargebang yang sebelumnya tercatat sebagai penyumbang emisi gas metana terbesar kedua di dunia berdasarkan laporan UCLA School of Law yang dirilis pada 20 April 2026.

Dalam laporan berjudul "Spotlight on the Top 25 Methane Plumes in 2025: Landfills", TPST Bantargebang disebut menghasilkan sekitar 6,3 juta ton gas metana setiap jam.

Baca Juga: Kawasan Jalan Rasuna Said Kuningan Bakal Jadi Lokasi Car Free Day Baru, Dimulai Akhir Pekan Ini

Menanggapi hal tersebut, Pramono mengatakan Pemprov DKI telah menyetujui pembangunan sejumlah fasilitas pengolahan sampah modern di kawasan Bantargebang.

"Yang pertama, saya sudah menyetujui untuk di sana segera dibangun untuk PLTSa pembangkit listrik tenaga sampah dan juga untuk pembangkit listrik untuk fuel," kata Pramono di Balai Kota Jakarta, Selasa (6/5/2026).

Menurutnya, nantinya akan ada tiga aktivitas utama pengolahan sampah di kawasan Bantargebang, yakni fasilitas Refuse Derived Fuel (RDF), pengolahan sampah menjadi bahan bakar (fuel), serta pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa).

"Sehingga dengan demikian nanti di sana ada tiga aktivitas, untuk RDF Bantargebang, yang kedua untuk fuel, yang ketiga untuk menjadi energi," ujarnya.

Baca Juga: Jangan Lewatkan Fenomena Langka Dua Kali Bulan Purnama di Mei 2026

Pramono meyakini pengembangan fasilitas tersebut dapat mengurangi gas metana yang selama ini dihasilkan dari timbunan sampah lama di Bantargebang.

"Kalau itu bisa dilakukan, pasti itu akan mengurangi banyak metan yang ada di sana yang sudah tertimbun begitu lama, cadangannya sudah 55 juta," ucapnya.

Politikus PDIP itu menegaskan persoalan sampah dan emisi di Bantargebang merupakan tanggung jawab bersama yang harus segera ditangani. Karena itu, Pemprov DKI juga menargetkan pembangunan tiga PLTSa di Jakarta.

"Saya tidak mau menyalahkan siapa pun tetapi ini menjadi tanggung jawab kita untuk menyelesaikan itu. Maka kenapa di Jakarta akan ada tiga PLTSa," kata Pramono.

Selain Bantargebang, Pemprov DKI juga mulai meningkatkan kapasitas fasilitas RDF di Rorotan, Jakarta Utara. Saat ini fasilitas tersebut disebut telah memproduksi sekitar 750 ton per hari.

Baca Juga: Ahmad Dhani Ungkap Alasan Perceraian dengan Maia Estianty 20 Tahun Silam

Namun, Pramono meminta peningkatan kapasitas tetap dibarengi perbaikan infrastruktur agar tidak menimbulkan dampak bagi warga sekitar.

"Saya minta untuk pelan-pelan ditingkatkan tetapi diperbaiki infrastrukturnya supaya tidak memberikan dampak bau maupun pernapasan bagi warga yang ada," tuturnya.

Diketahui, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dan Danantara Indonesia menandatangani kesepakatan kerja sama (MoU) terkait percepatan pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Jakarta.

Penandatanganan berlangsung di Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, pada Senin (4/5), serta disaksikan Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, dan pejabat terkait lainnya.

Baca Juga: Gubernur Pramono Klaim Jumlah RW Kumuh di Jakarta Berkurang 52,58 Persen Sejak 2017, dari 445 jadi 211

Gubernur Pramono menjelaskan, MoU mencakup percepatan pembangunan PSEL di dua lokasi, yakni Tanjung dan Bantargebang.

Menurutnya, kesepakatan ini menjadi langkah penting sekaligus titik awal proses signifikan dalam penanganan kedaruratan sampah di Jakarta.

"Terutama untuk mengurangi ketergantungan terhadap Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang yang saat ini telah jauh melebihi kapasitas," ujar Pramono. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.