Jakarta

DLH DKI Ungkap Antrean Truk Jadi Masalah Baru di TPST Bantargebang, Dwelling Time Capai 4 Jam

Laode Akbar | 27 April 2026, 18:23 WIB
DLH DKI Ungkap Antrean Truk Jadi Masalah Baru di TPST Bantargebang, Dwelling Time Capai 4 Jam
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta, Dudi Gardesi

AKURAT JAKARTA - Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta, Dudi Gardesi, mengungkap persoalan baru dalam pengelolaan sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, yakni lamanya waktu tunggu atau dwelling time truk sampah yang kini mencapai hingga empat jam.

Hal itu disampaikannya dalam Forum Group Discussion (FGD) Strategi Kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Sinergi Pemuda dalam Pengelolaan Sampah Kota yang Berkelanjutan di Halaman Kantor DPD Golkar DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Jumat (24/4/2026).

Menurut Dudi, lamanya antrean terjadi sejak proses penimbangan hingga pembuangan sampah di lokasi. Kondisi ini dinilai tidak efisien dan berpotensi menimbulkan berbagai dampak lanjutan.

Baca Juga: Gubernur Jakarta Pastikan Konser BTS Akhir 2026, Lokasi Berpeluang Geser ke GBK

"Sekarang dwelling time-nya sudah empat jam. Jadi dari waktu truk ditimbang sampai dia buang itu sudah empat jam, baru mereka bisa keluar lagi," ujar Dudi.

Ia menjelaskan, selama waktu tunggu tersebut, truk-truk sampah terpaksa berhenti di satu titik dalam waktu lama.

Hal ini tidak hanya menghambat operasional, tetapi juga berdampak pada kondisi para sopir dan pekerja di lapangan.

Dudi menilai, persoalan antrean ini menjadi salah satu prioritas pembenahan dalam jangka pendek, terutama menjelang target perbaikan tata kelola di Bantargebang.

Sebagai langkah awal, DLH DKI Jakarta berencana menata sistem manajemen truk, termasuk pengaturan titik tunggu yang lebih terorganisir.

Pemerintah juga akan menyediakan fasilitas pendukung seperti toilet umum, kantin, dan penerangan di area antrean.

Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan sekaligus mengurangi risiko kesehatan dan keselamatan bagi para sopir truk yang selama ini harus menunggu dalam kondisi terbatas.

Selain itu, penataan antrean juga ditujukan untuk meningkatkan efisiensi proses pembuangan sampah yang setiap harinya mencapai 7.000 hingga 8.000 ton dari wilayah Jakarta.

"Ini akan saya benahi. Saya akan kumpulkan di satu titik, saya akan bikin fasilitas dasar, supaya lebih tertata," tegas Dudi. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

L
Reporter
Laode Akbar
Y