Legislator Golkar Dimaz Soroti Sampah Pasar, Nilai Perlu Pengolahan Mandiri Tekan Beban Bantargebang

AKURAT JAKARTA - Anggota Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta, Dimaz Raditya, menyoroti persoalan sampah yang masih menjadi tantangan besar di ibu kota, khususnya yang berasal dari aktivitas pasar.
Hal itu disampaikannya usai Rapat Komisi C DPRD DKI Jakarta bersama Perumda Pasar Jaya membahas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur DKI Jakarta Tahun 2025, Rabu (22/4/2026).
Menurut Dimaz, volume sampah harian Jakarta saat ini telah menembus angka lebih dari 7.000 ton, dengan pasar menjadi salah satu kontributor signifikan. Karena itu, ia mendorong adanya sistem pengolahan sampah mandiri di setiap pasar.
"Sehingga tidak terlalu membebani pembuangan sampah yang endingnya nanti di Bantargebang," ujar Dimaz.
Ia menilai ketergantungan terhadap Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang berdampak langsung pada tingginya biaya yang harus ditanggung Pemprov DKI Jakarta.
Setiap tahun, anggaran lebih dari Rp360 miliar dialokasikan untuk bantuan ke Pemerintah Kabupaten dan Kota Bekasi.
"Artinya, dana hampir Rp1 miliar per hari dari APBD hanya untuk mengatasi persoalan itu. Ini tentu perlu ditekan dengan solusi nyata, salah satunya pengolahan sampah mandiri di pasar," tegasnya.
Selain itu, Ketua Komisi C itu mendorong perluasan program pengolahan sampah organik menjadi kompos di pasar-pasar.
Saat ini, program rumah komposting baru tersedia di 16 pasar dan dinilai masih perlu diperluas untuk mendukung konsep zero waste.
"Mudah-mudahan ke depan, apalagi sampah-sampah yang berasal dari buah dan sayur yang sudah busuk bisa diolah secara mandiri," tuturnya.
Sementara itu, Direktur Utama Perumda Pasar Jaya, Agus Himawan, menyampaikan pihaknya tengah mengembangkan fasilitas pengolahan sampah modern di Pasar Induk Kramatjati.
Pengembangan tersebut dilakukan bekerja sama dengan PT LAPI ITB melalui teknologi MASARO (Manajemen Sampah Zero), yang mampu mengolah sampah langsung dari sumber dengan kapasitas hingga 200 ton per hari.
Ia berharap inovasi ini dapat mengurangi beban pembuangan sampah ke TPST Bantargebang secara signifikan.
Selain itu, Perumda Pasar Jaya juga menjalankan sejumlah program lain, seperti penggunaan kantong belanja ramah lingkungan di tiga pasar, pembangunan Tempat Penampungan Sementara (TPS) di 22 pasar, serta pengembangan rumah komposting di 16 pasar.
"Program ini bertujuan untuk mengurangi penggunaan plastik serta meningkatkan ketertiban pengelolaan sampah, sekaligus mengolah sampah organik menjadi pupuk kompos yang bermanfaat," pungkas Agus. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Rumania vs Wales, 7 Juni 2026: Misi Akhiri Paceklik Kemenangan
- 2Prediksi Skor Denmark vs Ukraina, 7 Juni 2026: De Rod-Hvide Bidik Kebangkitan di Odense
- 3Prediksi Skor Arab Saudi vs Puerto Rico, 6 Juni 2026: Kesempatan Falcons Kembali ke Jalur Kemenangan
- 4Prediksi Skor Georgia vs Bahrain, 5 Juni 2026: Crusaders Ingin Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan
- 5Daftar 15 Lokasi Nobar Timnas Indonesia vs Mozambik di Jabodetabek pada FIFA Matchday Hari Ini, Selasa 9 Juni 2026
- 6Prediksi Skor Yunani vs Italia, 8 Juni 2026: Ujian Berat Generasi Baru Azzurri
- 7Daftar 33 Lokasi Nobar Timnas Indonesia vs Oman di Jakarta dalam FIFA Matchday 2026 Hari Ini, Yuk Dukung Garuda!
- 8Prediksi Skor Slovakia vs Montenegro, 5 Juni 2026: Duel Sengit di Kosicka
- 9Ancol Sunset Sound: Cara Baru Menikmati Sunset di Jakarta Lewat Musik, Pantai, Kuliner, dan Staycation
- 10Dorong Pola Hidup Sehat dan Ekonomi Lokal, Bupati Tangerang Lepas Fun Run 5K Komunitas Wisata Kreatif 2026






