Kadis LH DKI Soroti 4.000 Pemulung di TPST Bantargebang, Janji Lakukan Pembenahan Secara Manusiawi

AKURAT JAKARTA - Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta, Dudi Gardesi, menyoroti kondisi ribuan pemulung di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang yang dinilai masih jauh dari standar kelayakan.
Ia berjanji akan melakukan pembenahan terhadap mereka dengan pendekatan yang lebih manusiawi.
Menurut Dudi, terdapat sekitar 4.000 pemulung yang terdata dan beraktivitas setiap hari di kawasan tersebut.
Baca Juga: Viral Penumpang Masak Mi di Kereta Api, PT KAI Ingatkan Aturan Penggunaan Fasilitas Listrik
Namun, mereka bekerja dalam kondisi berisiko tinggi tanpa dukungan fasilitas dasar yang memadai.
Hal itu disampaikannya dalam Forum Group Discussion (FGD) Strategi Kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Sinergi Pemuda dalam Pengelolaan Sampah Kota yang Berkelanjutan di Halaman Kantor DPD Golkar DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Jumat (24/4/2026).
"Ada 4.000 pemulung di Bantar Gebang yang tidak tahu masuk dan datanya seperti apa. Mereka hidup di gubuk-gubuk, dan fasilitas sanitasi hampir tidak ada," ujar Dudi.
Ia menggambarkan kondisi di lapangan yang memprihatinkan, mulai dari minimnya akses toilet hingga aktivitas sehari-hari yang tidak higienis.
Bahkan, sebagian pekerja, termasuk sopir truk sampah, kerap beristirahat di dalam kendaraan di tengah area pembuangan.
Situasi tersebut, kata Dudi, turut meningkatkan risiko keselamatan. Ia menyinggung insiden longsor yang pernah terjadi di Bantargebang, di mana korban merupakan pekerja yang berada di lokasi saat kejadian.
"Posisi mereka itu tidur di kabin truk. Saat terjadi pergeseran karena hujan, mereka tidak sempat menyelamatkan diri," katanya.
Sebagai langkah awal, DLH DKI Jakarta berencana melakukan penataan kawasan dengan menyediakan fasilitas dasar bagi para pemulung dan pekerja lainnya.
Fasilitas yang akan dibangun antara lain toilet umum, kantin, penerangan, serta sistem pendataan yang lebih rapi.
Selain itu, pemerintah juga akan mengatur titik kumpul aktivitas untuk mengurangi risiko kecelakaan dan meningkatkan pengawasan di lapangan.
"Saya mau benahi, memanusiakan. Mereka itu manusia, harus kita perhatikan kehigienisan dan sanitasinya," tegas Dudi. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!







