Buntut Longsor TPST Bantargebang Tewaskan 7 Orang, Wakil Ketua DPRD DKI Desak Pemprov Benahi Manajemen Sampah

AKURAT JAKARTA - Peristiwa longsor di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang pada Minggu (8/3) kembali menjadi peringatan serius bagi pengelolaan sampah di Jakarta.
Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Wibi Andrino, menilai insiden tersebut menunjukkan pentingnya pembenahan sistem pengelolaan sampah secara menyeluruh, terutama dari sisi keselamatan dan teknologi pengolahan.
Menurut Wibi, keselamatan para pekerja dan warga yang berada di sekitar lokasi harus menjadi perhatian utama setelah terjadinya longsor di kawasan TPST Bantargebang.
"Pertama tentu kita semua turut berduka atas kejadian ini. Keselamatan pekerja dan warga di sekitar TPST harus menjadi perhatian utama," ujar Wibi saat dihubungi wartawan, Selasa (10/3/2026).
Ia menegaskan, kejadian tersebut harus menjadi momentum evaluasi terhadap standar keselamatan dalam pengelolaan sampah di Jakarta.
Pemprov DKI diminta memperketat sistem pengawasan serta memperbaiki manajemen penumpukan sampah di lokasi.
"Pengelolaan sampah harus dilakukan dengan standar keselamatan yang lebih ketat, termasuk penguatan sistem pengawasan, pengaturan zona kerja, serta perbaikan manajemen penumpukan sampah di lokasi," ujarnya.
Lebih jauh, Wibi mendorong Pemprov DKI untuk mempercepat transformasi sistem pengelolaan sampah, terutama dengan mengurangi ketergantungan pada TPST Bantargebang.
Menurutnya, langkah strategis yang perlu dipercepat adalah pengurangan sampah dari hulu serta penguatan teknologi pengolahan seperti Refuse Derived Fuel (RDF) dan waste to energy.
"Ke depan, Pemprov DKI Jakarta perlu mempercepat upaya pengurangan sampah dari hulu, memperkuat teknologi pengolahan seperti RDF dan waste to energy, serta meningkatkan sistem pengelolaan di TPST agar lebih aman dan modern," jelasnya.
Politikus NasDem itu juga menegaskan bahwa TPST Bantargebang masih memiliki peran penting dalam pengelolaan sampah Jakarta saat ini.
Namun, menurutnya, fasilitas tersebut tidak bisa terus menjadi satu-satunya tumpuan bagi ibu kota.
"Bantar Gebang masih memiliki peran penting saat ini, tetapi jelas tidak bisa terus menjadi satu-satunya tumpuan. Jakarta harus bergerak menuju sistem pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan agar kejadian seperti ini tidak terulang kembali," tutupnya.
Diketahui, insiden longsor di TPST Bantargebang sebelumnya dilaporkan pada Minggu (8/3/2026) menyebabkan korban jiwa dan memicu operasi tanggap darurat di lokasi.
Baca Juga: Man City vs Liverpool Jadi Duel Terpanas! Berikut Hasil Drawing Perempat Final Piala FA 2025/2026
Sampai saat ini, korban tewas akibat longsor di TPST tersebut mencapai lima orang. Proses evakuasi masih berlangsung untuk mencari korban lainnya yang diduga masih tertimbun longsoran sampah. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!





