Buntut Longsor yang Tewaskan 5 Orang, Gubernur Pramono Bakal Batasi Pengiriman Sampah ke TPST Bantargebang

AKURAT JAKARTA – Gubernur Jakarta, Pramono Anung, mulai menyiapkan langkah pembatasan pengiriman sampah ke lokasi Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, usai insiden longsor yang menewaskan 5 orang.
Hal ini disampaikannya usai meninjau lokasi longsor gunungan sampah di TPST Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat, pada Senin (9/3/2026).
Menurut Pramono, selama ini TPST Bantargebang menerima kiriman sampah dari Jakarta sekitar 7.400 hingga 8.000 ton setiap hari.
Kondisi tersebut membuat daya tampung tempat pengolahan sampah itu semakin mendekati batas maksimal.
"Bantargebang memang harus mulai ada pembatasan karena daya tampungnya sudah sangat terbatas," ujar Pramono di Balai Kota Jakarta, Senin (9/3/2026).
Sebagai langkah awal, Pemprov DKI Jakarta akan mulai melakukan pemilahan sampah agar tidak seluruhnya dikirim ke Bantargebang.
Kebijakan ini juga sejalan dengan arahan pemerintah pusat untuk memperkuat pengelolaan sampah dari sumbernya.
Sementara itu, pasca longsor yang terjadi di zona 4A TPST Bantargebang, pengiriman sampah dari Jakarta untuk sementara dialihkan ke zona lain di kawasan tersebut.
"Sambil menunggu zona 4A dipulihkan, sementara ini pengiriman sampah dialihkan ke zona 3 serta dua zona baru yang sedang disiapkan sebagai lokasi sementara," jelasnya.
Selain itu, Pemprov DKI Jakarta juga tengah mempersiapkan pengoperasian fasilitas pengolahan sampah Refuse Derived Fuel (RDF) di Rorotan, Jakarta Utara.
Fasilitas ini diharapkan dapat membantu mengurangi beban sampah yang selama ini dikirim ke Bantargebang.
Pramono menargetkan fasilitas RDF Rorotan dapat mengolah sekitar 1.000 hingga 1.500 ton sampah per hari setelah beroperasi secara penuh.
Baca Juga: 5 Ide Isi Hampers Sembako Mini yang Bermanfaat, Nomor 3 Paling Banyak Disukai
Diketahui, Peristiwa longsor gunungan sampah di zona 4A TPST Bantargebang terjadi pada Minggu (8/3/2026).
Longsor diduga dipicu hujan ekstrem dengan curah hujan mencapai 264 milimeter per hari yang terjadi beberapa hari terakhir.
Longsoran tersebut menutup jalan operasional serta aliran Sungai Ciketing sepanjang kurang lebih 40 meter.
Pemprov DKI Jakarta menyampaikan duka cita atas peristiwa tersebut. Hingga saat ini tercatat 5 orang meninggal dunia dan 5 orang mengalami luka-luka akibat peristiwa tersebut.
Pemprov DKI Jakarta memastikan para korban mendapatkan penanganan serta dukungan yang diperlukan. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Fenerbahce vs Lyon di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Mampukah The Yellow Canaries Raih Kemenangan di Kandang Sendiri?
- 2Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche di La Liga, 18 Agustus 2026: Duel Tim Promosi dan Penghuni Zona Bawah
- 3Prediksi Skor Espanyol vs Levante di La Liga, 17 Agustus 2026: Mampukah Los Periquitos Mengawali Musim dengan Kemenangan Kandang?
- 4Prediksi Skor Levski Sofia vs AEK Athens di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Momentum Tuan Rumah Jadi Ancaman Juara Liga Yunani
- 5Prediksi Skor Racing Santander vs Villarreal di La Liga, 16 Agustus 2026: Debutan Promosi Tantang Penghuni Tiga Besar
- 6Prediksi Skor Dinamo Zagreb vs Viking di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Tuan Rumah Punya Rekor Impresif
- 7Prediksi Skor Casa Pia vs Benfica di Liga Portugal, 18 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Mengulang Kejutan?
- 8Prediksi Skor Ajax vs Heerenveen di Eredivisie, 16 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Kembali Dominan di Johan Cruijff Arena?
- 9Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!
- 10Fasilitas Mewah KM Dharma Kartika V Dinodai Dugaan Pelecehan Anak hingga Pengeroyokan Pelajar, Begini Kronologinya






