Komisi D DPRD DKI: Pengendalian Ikan Sapu-Sapu Jangan Parsial, Harus Sekaligus Benahi Ekosistem Sungai

AKURAT JAKARTA - Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike, menegaskan bahwa upaya pengendalian ikan sapu-sapu tidak boleh dilakukan secara parsial.
Ia meminta pemerintah daerah menjadikan langkah tersebut sebagai bagian dari pembenahan menyeluruh ekosistem sungai dan saluran air.
Menurut Yuke, ledakan populasi ikan sapu-sapu di sejumlah wilayah sudah berada pada tingkat yang mengkhawatirkan dan mulai mengganggu keseimbangan lingkungan.
"Segala sesuatu yang berlebihan itu kan tidak baik. Kalau ada satu-dua mungkin masih bermanfaat, tetapi ketika jumlahnya sangat banyak, itu justru merusak habitat dan ekosistem yang lain," ujar Yuke kepada wartawan, Senin (20/4/2026).
Ia mengapresiasi langkah operasi pengendalian yang telah dilakukan pemerintah, namun mengingatkan agar kebijakan tersebut tidak hanya berhenti pada penanganan spesies invasif.
Yuke menilai, persoalan sungai di Jakarta jauh lebih kompleks dan membutuhkan pendekatan terpadu.
"Jangan hanya fokus pada pengendalian ikan sapu-sapu saja. Kita juga harus memperhatikan sedimentasi di sungai, saluran air, dan kali. Itu semua berkaitan dengan upaya pengendalian banjir," katanya.
Lebih lanjut, Yuke menekankan pentingnya penataan kawasan daerah aliran sungai (DAS), termasuk vegetasi di bantaran.
Ia menyinggung perlunya kajian terkait jenis tanaman yang tepat untuk menjaga kestabilan tanah dan ekosistem.
"Kita juga harus melihat kondisi di DAS. Pohon apa yang cocok ditanam untuk menahan abrasi dan menjaga keseimbangan lingkungan. Dulu ada penanaman bambu secara masif yang cukup baik, tapi sekarang kondisinya sudah berbeda karena banyak pembangunan," tuturnya.
Sebelumnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Perikanan (KPKP) menggelar operasi penangkapan ikan sapu-sapu secara massal di lima wilayah kota administrasi, Jumat (17/4/2026).
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut arahan Gubernur Jakarta, Pramono Anung, dalam menjaga keseimbangan ekosistem perairan.
Sebanyak 640 personel gabungan dikerahkan dalam operasi tersebut. Hasilnya, sekitar 68.880 ekor ikan sapu-sapu berhasil ditangkap dengan total berat mencapai 6,98 ton. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Fenerbahce vs Lyon di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Mampukah The Yellow Canaries Raih Kemenangan di Kandang Sendiri?
- 2Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche di La Liga, 18 Agustus 2026: Duel Tim Promosi dan Penghuni Zona Bawah
- 3Prediksi Skor Espanyol vs Levante di La Liga, 17 Agustus 2026: Mampukah Los Periquitos Mengawali Musim dengan Kemenangan Kandang?
- 4Prediksi Skor Levski Sofia vs AEK Athens di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Momentum Tuan Rumah Jadi Ancaman Juara Liga Yunani
- 5Prediksi Skor Racing Santander vs Villarreal di La Liga, 16 Agustus 2026: Debutan Promosi Tantang Penghuni Tiga Besar
- 6Prediksi Skor Dinamo Zagreb vs Viking di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Tuan Rumah Punya Rekor Impresif
- 7Prediksi Skor Casa Pia vs Benfica di Liga Portugal, 18 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Mengulang Kejutan?
- 8Prediksi Skor Ajax vs Heerenveen di Eredivisie, 16 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Kembali Dominan di Johan Cruijff Arena?
- 9Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!
- 10Fasilitas Mewah KM Dharma Kartika V Dinodai Dugaan Pelecehan Anak hingga Pengeroyokan Pelajar, Begini Kronologinya






