Ratusan Anak Muda Jakarta Hadiri Touchbase amé DPRD, Wadah Baru Dialog Kebijakan Publik di Ibu Kota

AKURAT JAKARTA - Ratusan anak muda Jakarta menghadiri acara dialog publik bertajuk "Touchbase amé DPRD: Rempug Longok Dapur Kebijakan Kité" di Kopikina Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu sore (28/2/2026).
Forum ini menjadi ruang pertemuan antara warga kelas menengah urban dan anggota DPRD Jakarta untuk membahas kelayakan hidup serta layanan dasar di ibu kota.
Acara yang digagas gerakan edukasi politik independen Bijak Memantau ini lahir dari meningkatnya kebutuhan generasi muda untuk berdialog langsung dengan pembuat kebijakan.
Mengambil istilah "touchbase" yang identik dengan budaya kerja profesional urban—bertemu untuk menyamakan perspektif—forum ini dirancang agar aspirasi masyarakat tersampaikan secara lebih dekat, konkret, dan interaktif.
Turut dihadiri 4 narasumber dari Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta , yaitu Anggota Fraksi PKS Dapil IV, Ghozi Zulazmi; Anggota Fraksi PSI Dapil I, Elva Farhi Qolbina; Anggota Fraksi Golkar Dapil VIII, Farah Savira; dan Anggota Fraksi PKB Dapil X, Uwais El Qoroni.
Dalam sesi utama bertajuk “Red Flag/Green Flag: Rate and Review Hidup di Jakarta”, para anggota DPRD diminta menilai berbagai isu kelayakan hidup menggunakan bendera merah (tidak setuju) dan hijau (setuju).
Mereka kemudian menjelaskan argumentasinya, memungkinkan publik melihat sikap dan komitmen legislatif secara transparan.
Isu yang dibahas meliputi kualitas layanan pendidikan, jaminan kesehatan, efektivitas kebijakan sosial, arah pembangunan tata ruang, hingga performa transportasi publik.
Touchbase dirancang sebagai pelengkap ruang reses DPRD yang selama ini dianggap kurang interaktif oleh anak muda.
Di forum ini, warga tidak hanya menyampaikan aspirasi, tetapi juga diajak memahami proses implementasi kebijakan—mulai dari pelaksanaan program, penggunaan anggaran, hingga fungsi pengawasan DPRD.
Perwakilan Sekretariat Bijak Memantau, Efraim Leonard, menegaskan bahwa keterlibatan warga tidak boleh berhenti di pemilu.
Lewat kampanye ini, mereka mendorong warga muda untuk mengenal perwakilannya, mengikuti kerja DPRD, dan terus berkomunikasi secara berkelanjutan.
"Banyak orang muda urban Jakarta belum sepenuhnya mengenal peran DPRD, padahal keputusan dan pengawasan di level ini sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari," ujar Efraim.
"Touchbase kami desain di tingkat DPRD karena di sinilah aspirasi warga bisa langsung diterjemahkan menjadi pengawasan kebijakan dan anggaran," sambungnya.
Forum ditutup dengan pernyataan komitmen dari empat legislator untuk membawa seluruh catatan dan aspirasi yang muncul dalam diskusi ke dalam pembahasan komisi masing-masing.
Fokus pengawalan diarahkan pada penguatan kualitas layanan dasar (pendidikan, kesehatan, sosial), tata kelola dan implementasi kebijakan publik, serta pengawasan penggunaan APBD agar lebih tepat sasaran dan responsif terhadap kebutuhan warga.
Dengan kehadiran lebih dari 100 peserta muda, Touchbase amé DPRD menandai meningkatnya minat anak muda Jakarta untuk terlibat langsung dalam dapur kebijakan kota, sekaligus membuka babak baru partisipasi publik yang lebih inklusif dan kolaboratif. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









