Jakarta

Gubernur Pramono Akui Jakarta Masih Berpotensi Terus Dilanda Banjir, Meski Infrastruktur Pengendali Terus Ditingkatkan

Laode Akbar | 8 April 2026, 16:48 WIB
Gubernur Pramono Akui Jakarta Masih Berpotensi Terus Dilanda Banjir, Meski Infrastruktur Pengendali Terus Ditingkatkan
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung

AKURAT JAKARTA – Gubernur Jakarta, Pramono Anung, mengakui banjir masih berpotensi terus terjadi di Jakarta meskipun berbagai infrastruktur pengendali banjir terus diperkuat pemerintah daerah.

Menurut Pramono, kondisi cuaca ekstrem seperti curah hujan sangat tinggi yang disertai banjir rob masih menjadi faktor yang sulit dihindari sepenuhnya, bahkan dengan sistem pengendalian banjir yang semakin baik.

"Kalau banjirnya dengan curah hujan di atas 200 milimeter kemudian ada rob, Jakarta pasti akan ada genangan, ada banjir. Saya menyampaikan apa adanya," ujar Pramono kepada wartawan, Rabu (8/4/2026).

Baca Juga: Antisipasi Lonjakan Harga Pangan Imbas Konflik Timur Tengah, Pemprov DKI Bakal Gelar Pasar Murah

Meski demikian, ia menegaskan berbagai upaya mitigasi tetap dilakukan agar dampak banjir dapat diminimalkan, termasuk peningkatan kapasitas pompa air dan perbaikan sistem drainase kota.

Pramono menyebut, berdasarkan pengalaman selama ini, genangan akibat kombinasi hujan dan rob umumnya dapat ditangani dalam waktu relatif cepat setelah kondisi air laut kembali normal.

"Tetapi sekali lagi dengan persiapan ini dan pengalaman yang ada, hampir di semua tempat yang kemudian terjadi banjir rob, hujan, dan ada genangan di Jakarta relatif rata-rata antara 3 sampai 5 jam. Begitu robnya turun banjirnya teratasi," katanya.

Selain peningkatan kapasitas pompa, Pemprov DKI Jakarta juga terus melanjutkan program normalisasi sungai seperti di Ciliwung, Krukut, dan Cakung Lama sebagai bagian dari strategi pengendalian banjir jangka panjang.

Baca Juga: Tinggalkan Kesan Skutik Biasa, Yamaha NMAX 2026 Kini Tawarkan Transmisi Elektris dan Experience Berkendara Premium

Ia juga meminta jajaran Dinas Sumber Daya Air untuk memastikan seluruh infrastruktur pengendali banjir tetap dalam kondisi optimal melalui perawatan rutin, terutama menjelang musim kemarau panjang yang diperkirakan terjadi akibat fenomena El Nino.

Pramono menegaskan, berbagai langkah tersebut merupakan bagian dari persiapan pemerintah dalam mengurangi risiko banjir, meskipun tidak semua potensi banjir dapat dihilangkan sepenuhnya karena faktor alam yang dinamis.

"Termasuk melanjutkan normalisasi sungai yang sudah diputuskan yaitu Ciliwung, Cakung Lama, dan Krukut. Mudah-mudahan ini menjadi dasar untuk melakukan pembenahan dalam persiapan menghadapi banjir di Jakarta," ungkapnya.

Sebelumnya, Pramono memastikan proyek normalisasi Sungai Ciliwung terus dilanjutkan untuk meminimalisasi dampak banjir di Jakarta.

Hal ini disampaikannya saat meninjau pembebasan lahan untuk proyek normalisasi Kali Ciliwung di Cawang, Jakarta Timur, Kamis (29/1/2026).

Baca Juga: Bikin Kompetitor Panas Dingin, Yamaha NMAX 2026 Kombinasikan Akselerasi Instan Y-Shift dan Suspensi Tabung Super Nyaman

"Kita baru saja menyaksikan dalam rangka normalisasi Sungai Ciliwung. Ini adalah bagian untuk mengatasi banjir jangka menengah yang ada di Jakarta," ujar Pramono.

Proyek normalisasi yang sempat terhenti sejak 2017 itu, kini dilanjutkan kembali dengan pendekatan yang lebih humanis. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI bersama Badan Pertanahan Nasional (BPN) bekerja sama dalam proses pembebasan lahan. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.