Jakarta

Belajar dari Kemacetan Horor Tanjung Priok, Gubernur Pramono Bakal Sediakan Lahan Parkir Kontainer Gratis

Laode Akbar | 31 Maret 2026, 16:46 WIB
Belajar dari Kemacetan Horor Tanjung Priok, Gubernur Pramono Bakal Sediakan Lahan Parkir Kontainer Gratis
Truk kontainer

AKURAT JAKARTA - Gubernur Jakarta, Pramono Anung, mengatakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah mengambil langkah antisipatif untuk mencegah terjadinya kemacetan parah di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok seperti yang terjadi pasca-Lebaran tahun 2025 lalu.

Salah satu langkah yang dilakukan yakni menyediakan lahan seluas sekitar 5 hektare di Terminal Tanah Merdeka untuk dijadikan lokasi parkir kontainer sementara bekerja sama dengan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo).

"Belajar dari pengalaman setelah Lebaran lalu ketika terjadi kemacetan horor di Tanjung Priok, maka Pemprov DKI Jakarta bersama Pelindo bekerja sama dan kami memberikan ruang kurang lebih 5 hektare di Terminal Tanah Merdeka untuk tempat parkir," ujar Pramono di Pendopo Balai Kota Jakarta, Selasa (31/3/2026).

Baca Juga: Waspada Aritmia, Mengenal Batas Aman Irama Jantung yang Tidak Beraturan

Pramono menjelaskan, penyediaan lahan tersebut dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan aktivitas logistik di pelabuhan yang sebelumnya sempat memicu kemacetan panjang akibat keterbatasan area parkir kontainer.

Ia menyebut, lahan tersebut mampu menampung sekitar 200 kontainer sehingga dapat mengurangi potensi antrean kendaraan logistik di sekitar pelabuhan.

"Supaya tidak seperti yang lalu, karena ada kenaikan aktivitas di pelabuhan sementara tempat parkirnya tidak ada dan kemudian menyebabkan kemacetan seperti tahun lalu," kata Pramono.

"Alhamdulillah sampai hari ini aktivitas di Tanjung Priok berjalan dengan baik dan normal karena tempat itu bisa menampung kurang lebih 200 kontainer," sambungnya.

Baca Juga: Usai Viral Zebra Cross Pac-Man, Pemprov DKI Bangun Lima Titik Penyeberangan Baru di Jalan Soepomo Pancoran

Mantan Sekretaris Kabinet RI itu menambahkan, Pemprov DKI Jakarta tidak mengenakan biaya atas penggunaan lahan tersebut.

Menurutnya, kebijakan itu diambil karena dampak ekonomi akibat kemacetan dinilai jauh lebih besar dibandingkan potensi pendapatan dari penyewaan lahan.

"Untuk itu kami juga menggratiskan kepada Pelindo karena memang biaya kalau kemudian harus ada kemacetan seperti tahun lalu itu cost-nya terlalu tinggi sekali," jelasnya.

Sebelumnya, kemacetan parah terjadi di sekitar Pelabuhan Tanjung Priok usai periode Lebaran 2025 pada Kamis (17/4/2025). Bahkan, kemacetan mulai mengular panjang.

Salah satu titik kemacetan yaitu pada terminal New Priok Container Terminal 1 (NPCT 1), karena adanya peningkatan volume kendaraan yang melakukan kegiatan receiving delivery petikemas.

PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Tanjung Priok pun buka suara terkait kemacetan panjang di sekitar pelabuhan tersebut hingga mengular beberapa kilometer.

Baca Juga: Jakarta Festive Wonder Ramadan dan Idulfitri 2026 Cetak Transaksi Rp67,5 Triliun, Gubernur Pramono: Rekor Luar Biasa

Menurut Executive General Manager Pelindo Regional 2 Tanjung Priok, Adi Sugiri, data menunjukan peningkatan jumlah truk yang masuk terminal hampir 100%, di mana secara rata-rata jumlah yang masuk kurang dari 2.500 truk.

"Rata-rata truk yang masuk kurang dari 2.500, namun hari ini, mencapai di atas 4.000 truk yang menuju NPCT 1," kata Adi dalam keterangan pers, Kamis (17/4/2025). (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.