Politisi Golkar Ingatkan Pemprov DKI, Sembako Murah Bukan untuk Kelompok Tertentu

AKURAT JAKARTA — Program sembako murah yang menjadi andalan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dalam menjaga ketahanan pangan masyarakat kini mendapatkan sorotan tajam.
Fraksi Partai Golkar di DPRD DKI Jakarta mengingatkan agar pengawasan terhadap distribusi bantuan tersebut diperketat guna mencegah terjadinya penyelewengan di lapangan.
Anggota Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta, Ramly HI Muhammad, mengungkapkan keprihatinannya saat melakukan interupsi dalam sidang Paripurna.
Dia menyoroti adanya indikasi ketidakadilan dalam penyaluran sembako murah yang seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat luas yang membutuhkan.
"Kita sudah melakukan pembahasan dalam Badan Anggaran (Banggar) terkait pangan murah agar dibagikan dengan cara by name by address, sehingga rakyat tidak perlu mengantre. Namun kenyataannya, di lapangan justru banyak masyarakat yang tidak mendapatkannya," kata Ramly, belum lama ini.
Ramly menyayangkan informasi yang menyebutkan bahwa distribusi sembako murah di beberapa titik justru tampak mengistimewakan kelompok tertentu, termasuk petugas PPSU, sementara warga umum seringkali terabaikan.
Menurutnya, sistem distribusi harus segera dibenahi agar tepat sasaran dan tidak membuka celah bagi praktik pungutan liar (pungli).
Ia menekankan pentingnya komitmen Pemprov DKI untuk menjalankan skema by name by address secara konsisten. Dengan sistem tersebut, setiap warga yang berhak dipastikan tetap mendapatkan bagian meskipun datang terlambat ke lokasi pengambilan.
"Sistem ini harus kita ubah. Jangan sampai ada masyarakat yang dimintai biaya tambahan atau ongkos tertentu hanya untuk mendapatkan haknya atas sembako murah. Ini adalah hak rakyat yang harus dijaga amanahnya," tegas Ramly.
Sorotan ini muncul di tengah upaya Pemprov DKI Jakarta menjaga stabilitas harga pangan menjelang periode krusial.
Partai Golkar berharap program sembako murah dapat benar-benar menjadi oase bagi masyarakat berpenghasilan rendah di Ibu Kota, bukan justru menjadi ladang penyimpangan oknum yang tidak bertanggung jawab.
Keadilan dalam distribusi pangan dinilai sebagai kunci utama dalam menjaga kondusivitas sosial dan kesejahteraan warga.
Pemprov DKI didorong untuk lebih transparan dan melibatkan pengawasan masyarakat agar setiap paket sembako murah sampai ke tangan mereka yang benar-benar berhak menerimanya.(*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche di La Liga, 18 Agustus 2026: Duel Tim Promosi dan Penghuni Zona Bawah
- 2Prediksi Skor Fenerbahce vs Lyon di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Mampukah The Yellow Canaries Raih Kemenangan di Kandang Sendiri?
- 3Prediksi Skor Espanyol vs Levante di La Liga, 17 Agustus 2026: Mampukah Los Periquitos Mengawali Musim dengan Kemenangan Kandang?
- 4Prediksi Skor Racing Santander vs Villarreal di La Liga, 16 Agustus 2026: Debutan Promosi Tantang Penghuni Tiga Besar
- 5Prediksi Skor Levski Sofia vs AEK Athens di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Momentum Tuan Rumah Jadi Ancaman Juara Liga Yunani
- 6Prediksi Skor Dinamo Zagreb vs Viking di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Tuan Rumah Punya Rekor Impresif
- 7Prediksi Skor Casa Pia vs Benfica di Liga Portugal, 18 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Mengulang Kejutan?
- 8Prediksi Skor Ajax vs Heerenveen di Eredivisie, 16 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Kembali Dominan di Johan Cruijff Arena?
- 9Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!
- 10Fasilitas Mewah KM Dharma Kartika V Dinodai Dugaan Pelecehan Anak hingga Pengeroyokan Pelajar, Begini Kronologinya






