Pemkab Tangerang Wajibkan Pengembang Besar Kelola Sampah Mandiri Berbasis Teknologi, Wabup Intan: Harus Punya Nilai Ekonomi!

AKURAT JAKARTA – Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah, mendorong sinergi dan kolaborasi kuat antara pengembang kawasan dan masyarakat dalam mengelola sampah berbasis teknologi demi kepentingan bersama.
Hal tersebut diungkapkan Wabup Intan saat memimpin diskusi penanganan dan pengelolaan sampah bersama jajaran pemerintah daerah, pihak Kecamatan Sindang Jaya, pengembang kawasan Lavon Swan City, serta pemangku kepentingan terkait, PADA Kamis (30/07/2026).
Mengubah Sampah Menjadi Nilai Ekonomi
Dalam arahannya, Wabup Intan menegaskan bahwa pola lama dalam penanganan sampah harus segera ditinggalkan.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang berkomitmen untuk mengubah paradigma pengelolaan sampah dari sekadar menumpuk menjadi bernilai guna.
"Kita ingin pengelolaan sampah tidak lagi hanya ditumpuk. Sampah harus diolah agar juga dapat memiliki nilai ekonomi melalui teknologi yang tepat. Sekarang sudah banyak pilihan teknologi, tinggal kita memilih mana yang paling sesuai dengan karakteristik sampah di Kabupaten Tangerang," tegasnya.
Menurutnya, penyelesaian persoalan sampah tidak cukup jika hanya mengandalkan tindakan penindakan atau sanksi hukum saja. Perlu ada langkah konkret yang sistematis dan berkelanjutan dari hulu ke hilir.
Baca Juga: Cara Baru Daftar Bansos 2026, Cukup Lewat HP Tanpa Harus ke Kantor Pemerintah
Transformasi Teknologi Ramah Lingkungan
Untuk mewujudkan hal tersebut, Pemkab Tangerang tengah menyiapkan transformasi sistem pengelolaan sampah dengan menerapkan berbagai teknologi ramah lingkungan.
Langkah ini sekaligus untuk menghentikan cara konvensional seperti pembakaran sampah yang kerap memicu keluhan dan keresahan masyarakat akibat polusi asap.
Beberapa opsi teknologi modern kini sedang dikaji secara mendalam oleh pemerintah daerah, di antaranya:
Pirolisis: Teknologi untuk mengubah sampah plastik menjadi bahan bakar minyak (BBM).
Refuse Derived Fuel (RDF): Pengolahan sampah menjadi sumber energi terbarukan padat untuk bahan bakar industri.
Waste to Energy (WTE): Sistem konversi sampah langsung menjadi energi listrik.
“Pemerintah Kabupaten Tangerang juga membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk kalangan swasta dan pengembang kawasan untuk pengelolaan sampah yang lebih baik,” jelasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!







