Jakarta

Gemas dengan Kritik MoU Iran, Wapres AS Ungkit Bantuan Militer dan Minta Israel Tahu Diri

Aisya Nur Aziza | 19 Juni 2026, 21:53 WIB
Gemas dengan Kritik MoU Iran, Wapres AS Ungkit Bantuan Militer dan Minta Israel Tahu Diri
Wakil Presiden AS JD Vance minta Israel tahu diri (Dok. Istimewa)

AKURAT JAKARTA – Wakil Presiden Amerika Serikat, JD Vance, melontarkan kecaman keras terhadap sejumlah pejabat tinggi Israel yang secara terbuka mengkritik Nota Kesepahaman (MoU) damai antara AS dan Iran.

Vance memperingatkan Tel Aviv bahwa Washington merupakan satu-satunya sekutu kuat yang mereka miliki saat ini.

Ia bahkan menegaskan bahwa mayoritas persenjataan Israel didanai oleh pembayar pajak AS.

Pernyataan tegas tersebut disampaikan Vance di tengah eskalasi ketegangan antara Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dan Presiden AS, Donald Trump.

"Donald J. Trump adalah satu-satunya kepala negara di seluruh dunia yang bersimpati kepada Israel saat ini, dan kebetulan ia memimpin negara adidaya," ujar Vance dalam konferensi pers di Gedung Putih, sebagaimana dilansir Al Arabiya, Jumat (19/6/2026).

Vance juga mengimbau para anggota kabinet Netanyahu untuk segera menyadari realitas geopolitik yang ada.

"Jika saya berada di dalam kabinet pemerintahan Israel, saya tidak akan menyerang satu-satunya sekutu kuat yang tersisa di dunia," tambahnya dengan nada tinggi.

Baca Juga: Selesai Urusan Iran, Trump Bersiap Alihkan Perhatian ke Korea Utara

Ungkit Bantuan Militer Berharga Miliaran Dolar

Dalam pidatonya, Vance mengapresiasi PM Benjamin Netanyahu yang memilih menahan diri untuk tidak mengkritik kesepakatan tersebut secara personal.

Kendati demikian, ia secara eksplisit mengungkit ketergantungan militer Israel terhadap pasokan persenjataan dari Amerika Serikat.

"Selama tiga bulan terakhir, dua pertiga dari senjata pertahanan yang melindungi tanah air Anda diproduksi oleh tangan-tangan Amerika dan dibayar dengan uang pajak warga negara kami," papar Wapres AS tersebut.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.