Jakarta

Ayo! Dukung Arab Saudi Desak Presiden Trump Pindahkan Warga Israel ke Alaska, Tolak Amerika Kuasai Gaza

Sastra Yudha | 11 Februari 2025, 08:46 WIB
Ayo! Dukung Arab Saudi Desak Presiden Trump Pindahkan Warga Israel ke Alaska, Tolak Amerika Kuasai Gaza

AKURAT JAKARTA - Alih-alih menyetujui usulan Presiden Amerika, Donald Trump, yang menginginkan relokasi warga Gaza, Palestina, ke negara-negara Arab.

Pemerintah Arab Saudi justru mengusulkan agar Trump memindahkan warga Israel ke Alaska dan Greenland, sebagai solusi yang lebih baik bagi stabilitas Timur Tengah.

Usulan itu disampaikan anggota Dewan Syura Pemerintah Arab Saudi, Yousef bin Trad Al-Saadoun, dalam artikel yang terbit di surat kabar Okaz pada Jumat (8/2/2025).

Baca Juga: Pameran Fashion Muslim 2025: dari Jakarta hingga New York, Catat Jadwalnya!

Pernyataan Yousef Al-Saadoun itu sebagai respon atas rencana Presiden Amerika Donald Trump yang ingin menguasai Gaza dan merelokasi warga Palestina ke negara-negara Arab.

"Jika dia (Trump) benar-benar ingin menjadi pahlawan perdamaian dan mencapai stabilitas kemakmuran bagi Timur Tengah, dia harus merelokasi warga Israel ke negara bagian Alaska dan kemudian ke Greenland - setelah mencaploknya," tulis Al-Saadoun.

Al-Saadoun pun menyerukan warga Palestina untuk tetap bersatu melawan penjajah Israel dan sekutunya. Ia menjamin, Arab Saudi akan tetap berada di pihak Palestina hingga negara itu merdeka.

"Zionis dan sekutunya harus menyadari bahwa mereka tidak akan berhasil menyeret kepemimpinan Saudi ke dalam perangkap media dan tekanan politik palsu," ujarnya.

Sebelumnya, Trump mengusulkan relokasi warga Palestina dari Gaza dan mengklaim akan membangun kembali daerah tersebut menjadi "Riviera of Middle East".

Pernyataan ini disampaikan Trump dalam konferensi pers bersama PM Israel Benjamin Netanyahu di Gedung Putih pada Selasa (4/5/2025) malam.

Sekutu Tramp, Benjamin Netanyahu, pun mengusulkan agar negara Palestina didirikan di Arab Saudi. "Saudi dapat mendirikan negara Palestina di Arab Saudi; mereka memiliki banyak tanah di sana," kata Netanyahu.

Baca Juga: CATAT! Festival Musik Koplo Bakal Digelar di Bogor pada Mei 2025, Menghadirkan Guyon Waton, Vionita dan For Revenge, Harga Tiket Mulai Rp 35 Ribu

Organisasi Kerjasama Islam (OKI) yang beranggotakan 57 negara Islam mengecam keras pernyataan Netanyahu tersebut.

OKI menganggap pernyataan Netanyahu sebagai hasutan terhadap Arab Saudi dan pelanggaran kedaulatan, keamanan nasional, dan integritas wilayah serta pelanggaran mencolok terhadap hukum internasional PBB.

"OKI juga memperbarui penolakan dan kecaman terhadap rencana dan upaya pengusiran warga Palestina dari tanahnya, mengingat hal ini merupakan pembersihan etnis, tindakan kriminal, dan pelanggaran mencolok terhadap hukum internasional," kata OKI dalam pernyataan yang dipublikasikan di situsnya pada Sabtu (8/2/2025).

Kerajaan Arab Saudi dalam pernyataan resminya turut mengapresiasi kecaman, ketidaksetujuan, dan penolakan total yang diumumkan oleh negara-negara persaudaraan terhadap PM Israel soal pengusiran warga Palestina.

"Kerajaan menghargai posisi yang menekankan sentralitas isu Palestina bagi negara-negara Arab dan Muslim," tulis Kerajaan Arab Saudi yang dirilis Kementerian Luar Negeri, dikutip dari Inside the Haramain, Senin (10/2/2025).

Baca Juga: Aturan Beli Gas LPG 3 Kg Bakal Diperketat! Warga KTP Non-DKI Dilarang Beli di Jakarta, Traksaksi Harus Pakai QRIS

Arab Saudi menegaskan warga Palestina memiliki hak atas tanahnya dan mereka bukan pengganggu atau imigran yang bisa diusir kapan saja, sesuai keinginan Israel. (*)

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.