Jakarta

Gubernur Pramono Minta Bentrokan Maut di Matraman Tak Dikaitkan dengan Isu Etnis Tertentu, Sebut Jakarta Kota Terbuka

Laode Akbar | 28 Juli 2026, 12:40 WIB
Gubernur Pramono Minta Bentrokan Maut di Matraman Tak Dikaitkan dengan Isu Etnis Tertentu, Sebut Jakarta Kota Terbuka
Kondisi terkini kawasan Jalan Tambak, Menteng, Jakarta Pusat pasca bentrokan. (Laode/Akurat Jakarta)

AKURAT JAKARTA – Gubernur Jakarta, Pramono Anung, menegaskan bentrokan yang terjadi di kawasan Matraman, Menteng, Jakarta Pusat, tidak boleh dikaitkan dengan isu suku maupun etnis.

Menurutnya, Jakarta selama ini dikenal sebagai kota yang terbuka dengan keberagaman yang terjaga.

Meski dikaitkan dengan identitas kelompok tertentu, ia meminta seluruh pihak tidak memperkeruh keadaan dengan mengangkat narasi etnis.

Baca Juga: Potensi BYD Racco di Indonesia: Mini EV Bergaya Super Tall Wagon yang Mampu Menempuh Jarak Hingga 320 Km

"Jakarta ini adalah kota yang sangat terbuka. Keanekaragaman di Jakarta itu selama ini terjaga dengan baik. Sehingga saya betul-betul tidak mau ada isu berkaitan dengan etnisitas di Jakarta karena Jakarta sudah aman, nyaman, dan tenteram," kata Pramono di Balai Kota Jakarta, Selasa (28/7/2026).

Gubernur Pramono mengakui bentrokan yang terjadi di kawasan Matraman dan Menteng merupakan sebuah realitas.

Namun, ia menekankan penyelesaian persoalan harus dilakukan secara bijak tanpa memicu konflik yang lebih luas.

"Bahwa kemudian ada persoalan seperti di Matraman, itu adalah realitas yang ada. Tetapi saya meminta kepada semuanya untuk menahan diri dan kita menyelesaikannya dengan kepala dingin," ujarnya.

Mantan Sekretaris Kabinet RI itu juga memastikan Pemprov DKI berkomitmen menjaga Jakarta sebagai kota yang aman dan inklusif bagi seluruh masyarakat.

"Mudah-mudahan Jakarta tetap aman, nyaman, dan terbuka bagi siapa saja," ucapnya.

Baca Juga: Kanisius Peduli Sesama Kunjungi LPKA Tangerang, Bagikan Donasi dan Semangat Baru bagi Anak Binaan

Sebelumnya, bentrok antar kelompok warga pecah di sekitar Jalan Tambak pada Minggu (26/7/2026) sekitar pukul 10.00 WIB dan berlanjut hingga Senin dini hari.

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Reynold EP Hutagalung, mengatakan bahwa polisi telah mengamankan tiga orang terduga pelaku yang diduga terlibat dalam penganiayaan yang menyebabkan satu korban meninggal dunia.

"Kami secara penegakan hukum telah mengamankan tiga orang warga yang terlibat di dalam melakukan penganiayaan," kata Reynold.

Ketiga terduga pelaku yang diamankan masing-masing berinisial S, T, dan U. Polisi masih terus mendalami peran masing-masing pelaku serta mengusut tuntas penyebab bentrokan tersebut.

Baca Juga: Keunggulan BYD Racco: Mobil Listrik Mungil Khusus Perkotaan dengan Pengisian Cepat dan Desain Tinggi Khas Jepang

Pascakejadian, aparat gabungan TNI-Polri masih disiagakan di sejumlah titik guna mengantisipasi bentrokan susulan sekaligus menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.