Gubernur Pramono Minta Bentrokan Maut di Matraman Tak Dikaitkan dengan Isu Etnis Tertentu, Sebut Jakarta Kota Terbuka

AKURAT JAKARTA – Gubernur Jakarta, Pramono Anung, menegaskan bentrokan yang terjadi di kawasan Matraman, Menteng, Jakarta Pusat, tidak boleh dikaitkan dengan isu suku maupun etnis.
Menurutnya, Jakarta selama ini dikenal sebagai kota yang terbuka dengan keberagaman yang terjaga.
Meski dikaitkan dengan identitas kelompok tertentu, ia meminta seluruh pihak tidak memperkeruh keadaan dengan mengangkat narasi etnis.
"Jakarta ini adalah kota yang sangat terbuka. Keanekaragaman di Jakarta itu selama ini terjaga dengan baik. Sehingga saya betul-betul tidak mau ada isu berkaitan dengan etnisitas di Jakarta karena Jakarta sudah aman, nyaman, dan tenteram," kata Pramono di Balai Kota Jakarta, Selasa (28/7/2026).
Gubernur Pramono mengakui bentrokan yang terjadi di kawasan Matraman dan Menteng merupakan sebuah realitas.
Namun, ia menekankan penyelesaian persoalan harus dilakukan secara bijak tanpa memicu konflik yang lebih luas.
"Bahwa kemudian ada persoalan seperti di Matraman, itu adalah realitas yang ada. Tetapi saya meminta kepada semuanya untuk menahan diri dan kita menyelesaikannya dengan kepala dingin," ujarnya.
Mantan Sekretaris Kabinet RI itu juga memastikan Pemprov DKI berkomitmen menjaga Jakarta sebagai kota yang aman dan inklusif bagi seluruh masyarakat.
"Mudah-mudahan Jakarta tetap aman, nyaman, dan terbuka bagi siapa saja," ucapnya.
Baca Juga: Kanisius Peduli Sesama Kunjungi LPKA Tangerang, Bagikan Donasi dan Semangat Baru bagi Anak Binaan
Sebelumnya, bentrok antar kelompok warga pecah di sekitar Jalan Tambak pada Minggu (26/7/2026) sekitar pukul 10.00 WIB dan berlanjut hingga Senin dini hari.
Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Reynold EP Hutagalung, mengatakan bahwa polisi telah mengamankan tiga orang terduga pelaku yang diduga terlibat dalam penganiayaan yang menyebabkan satu korban meninggal dunia.
"Kami secara penegakan hukum telah mengamankan tiga orang warga yang terlibat di dalam melakukan penganiayaan," kata Reynold.
Ketiga terduga pelaku yang diamankan masing-masing berinisial S, T, dan U. Polisi masih terus mendalami peran masing-masing pelaku serta mengusut tuntas penyebab bentrokan tersebut.
Pascakejadian, aparat gabungan TNI-Polri masih disiagakan di sejumlah titik guna mengantisipasi bentrokan susulan sekaligus menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!





