Polisi Tangkap Pelaku Teror Bom di SDN Srengseng Sawah 15, Ternyata Warga Sekitar

AKURAT JAKARTA - Polisi menangkap terduga pelaku pengancaman teror bom di SDN Srengseng Sawah 15, Jakarta Selatan.
Akibat ancaman bom, sekolah sempat menghentikan kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada Senin (13/7/2026).
Pelaku berinisial MY (35) kini diamankan di Polres Metro Jakarta Selatan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Budi Hermanto mengatakan, MY merupakan warga yang tinggal di sekitar lokasi sekolah.
Hingga kini penyidik masih mendalami motif dan tujuan pelaku mengirimkan ancaman tersebut.
"Untuk pelaku, satu orang, inisial MY, beralamat di sekitar lokasi kejadian sekolah, itu sudah diamankan. Saat ini ada di Polres Metro Jakarta Selatan, masih dalam pendalaman dari penyidik terkait tentang motif, tujuan dari yang bersangkutan," kata Budi kepada wartawan, Senin (13/7/2026).
Ia mengimbau masyarakat agar lebih bijak dan tidak melakukan tindakan yang mengganggu keamanan, khususnya di lingkungan pendidikan.
Menurutnya, ancaman tersebut telah berdampak pada proses belajar mengajar karena para siswa terpaksa dipulangkan demi alasan keselamatan.
"Kami juga menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk kita lebih bijak. Karena kita ingin kegiatan pendidikan, dunia pendidikan ini dalam kondisi yang nyaman," ujarnya.
Baca Juga: Teror Bom di SDN Srengseng Sawah 15 Tuai Kecaman dari Orang Tua Murid, Begini Katanya
Sementara Gubernur Jakarta, Pramono Anung, memastikan hasil penyisiran yang dilakukan aparat tidak menemukan bahan peledak di sekolah tersebut.
Pramono mengatakan, berdasarkan laporan yang diterimanya, Tim Gegana dan Densus 88 telah melakukan pemeriksaan menyeluruh setelah adanya ancaman bom.
"Memang betul di SD Negeri 15 Srengseng Sawah Jakarta Selatan ada yang melakukan ancaman. Tetapi ketika dilakukan pengecekan, kemudian ada Densus 88 dan juga tim Gegana ternyata tidak ada seperti yang disampaikan," kata Pramono.
Meski demikian, ia meminta aparat kepolisian mengusut tuntas pelaku dan motif di balik aksi teror tersebut agar kejadian serupa tidak terulang.
"Kami akan tetap meminta untuk orang yang melakukan teror menggunakan isu ini untuk didalami dan mudah-mudahan itu tidak terjadi lagi, tetapi yang jelas kami minta untuk ini didalami," ucapnya.
Menanggapi kemungkinan pembelajaran dialihkan secara daring atau sekolah diliburkan, Pramono menegaskan kegiatan belajar tetap dilaksanakan karena situasi telah dinyatakan aman.
Menurutnya, keselamatan siswa memang menjadi prioritas utama, namun ancaman yang terbukti tidak nyata tidak boleh menghentikan aktivitas pendidikan.
"Saya memutuskan karena tim Gegana sudah turun, Densus 88 juga sudah turun, kemudian keselamatan menjadi prioritas utama bagi Pemerintah DKI Jakarta," katanya.
"Sekolah ini tetap kita adakan. Jadi jangan kemudian karena ini hari pertama ada yang nakut-nakutin terus kemudian kita semua takut. Tapi kita tetap waspada," tegasnya. (*)
Gambar: Tim Gegana dan Densus 88 menyisir kawasan SDN Srengseng Sawah
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!







