Jakarta

Viral Pencurian Konektor Hidran di Duren Sawit, Puluhan Unit di Jaktim Turut Jadi Sasaran, Begini Tanggapan Gubernur Pramono

Laode Akbar | 31 Juli 2026, 15:50 WIB
Viral Pencurian Konektor Hidran di Duren Sawit, Puluhan Unit di Jaktim Turut Jadi Sasaran, Begini Tanggapan Gubernur Pramono
Hidran di kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur, yang komponennya dicuri (@candraandika17)

AKURAT JAKARTA – Viral di media sosial maraknya kasus pencurian komponen hidran pemadam kebakaran di Jakarta, salah satunya pencurian komponen hidran di kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur.

Video yang diunggah akun TikTok @candraandika17 pada Kamis (30/7/2026) memperlihatkan hidran di kawasan tersebut kehilangan komponen kopling sambungan (konektor).

Dalam video tersebut dijelaskan bahwa kopling merupakan bagian penting untuk menyambungkan selang mobil pemadam ke sumber air saat terjadi kebakaran. Tanpa konektor tersebut, proses pemadaman berpotensi mengalami kendala.

Baca Juga: Kunjungi Lahan di Ciangir Tangerang, Gubernur Pramono Tegaskan Bukan untuk Pengganti TPST Bantargebang, Bakal Bangun Kawasan Ketahanan Pangan

Berdasarkan data Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Timur, sepanjang 2026 tercatat sekitar 80 hidran di wilayah Jakarta Timur kehilangan komponen konektornya akibat pencurian.

Bahkan, sejumlah hidran sempat mengalami kebocoran hingga air meluap ke jalan sebelum akhirnya ditangani petugas.

Menanggapi maraknya pencurian komponen hidran tersebut, Gubernur Jakarta, Pramono Anung, meminta aparat penegak hukum bersama dinas terkait mengambil tindakan tegas terhadap para pelaku.

"Memang benar ada di beberapa taman dan juga bangunan yang hidrannya diambil. Kebetulan saya sudah melihat itu dan saya sudah meminta kepada Satpol PP dan dinas terkait terutama untuk Damkar, maka yang seperti itu harus tetap dimonitor, dijaga," kata Pramono di Kabupaten Tangerang, Banten, Jumat (31/7/2026).

Baca Juga: Viral Terekam CCTV, Pelaku Pelecehan Seksual di Karawaci Diringkus Polisi

Pramono mengatakan, dirinya telah menerima laporan mengenai sejumlah hidran yang kehilangan komponen hingga menyebabkan air sempat meluap ke jalan.

"Kemarin kebetulan memang airnya sempat meluap tapi akhirnya kan segera ditutup. Jadi saya memang mengharapkan betul dan saya meminta aparat penegak hukum dan juga dinas terkait untuk mengambil tindakan tegas terhadap hal tersebut," ujarnya.

Menurut mantan Sekretaris Kabinet RI itu, hidran merupakan fasilitas vital yang harus selalu dalam kondisi siap digunakan saat terjadi kebakaran.

Karena itu, pengawasan terhadap keberadaan dan kelengkapan komponen hidran akan diperketat agar kejadian serupa tidak terus berulang. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.