Jakarta

Kapal Tanker Gamsunoro Milik Pertamina Akhirnya Berhasil Lintasi Selat Hormuz, Masih Ada Satu Lagi Tertahan di Teluk Arab

M Rahman Akurat | 26 Juni 2026, 07:32 WIB
Kapal Tanker Gamsunoro Milik Pertamina Akhirnya Berhasil Lintasi Selat Hormuz, Masih Ada Satu Lagi Tertahan di Teluk Arab
Kapal tanker milik Pertamina sempat tertahan di Selat Hormuz

AKURAT JAKARTA – Kabar baik datang dari dunia maritim Indonesia. Kapal tanker milik PT Pertamina International Shipping (PIS), Gamsunoro, akhirnya berhasil melintasi titik kritis Selat Hormuz pada Rabu (24/6/2026) pukul 20.00 WIB.

Sebelumnya, pelayaran kapal Gamsunoro sempat tertahan selama berbulan-bulan di Teluk Arab akibat memanasnya konflik bersenjata antara Amerika Serikat (AS) dan Iran sejak akhir Februari lalu.

Ketegangan tersebut sempat membuat Selat Hormuz ditutup total demi alasan keamanan. Hanya kapal dari beberapa negara saja yang diizinkan Iran untuk melintasi Selat Hormuz.

Baca Juga: Update Gempa Kembar Venezuela: Korban Tewas Melonjak Jadi 188 Orang, 1.520 Luka-luka

Diplomasi Intensif Kemlu RI dan KBRI Iran

Keberhasilan ini tidak lepas dari upaya diplomasi yang agresif dari Pemerintah Indonesia. Sejak kapal tertahan pada awal Maret 2026, kementerian terkait langsung bergerak cepat.

Kapal Gamsunoro akhirnya dapat melanjutkan perjalanan setelah adanya kesepakatan damai antara AS dan Iran yang membuka kembali jalur pelayaran internasional tersebut.

Keberhasilan pelayaran ini merupakan hasil kerja sama intensif antara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI dan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Iran.

Baca Juga: Liburan Sekolah Di Dekat Rumah Ternyata Bisa Seseru Ini, Nggak Perlu Repot Keluar Kota Lagi!

Kronologi Pelayaran Kapal Gamsunoro

Kapal Gamsunoro dilaporkan menempuh perjalanan selama 16 jam dari Teluk Arab yang dimulai pada Rabu pukul 01.06 waktu Dubai.

Kecepatan Kapal mencapai 7,5 knot. Tiba di Mulut Selat Hormuz pada Rabu pukul 13.00 waktu setempat. Kemudian keluar Selat Hormuz pada Rabu pukul 17.00 waktu setempat.

Penilaian Risiko dan Pengamanan Ketat

Pihak manajemen PT PIS menegaskan bahwa keberangkatan kapal ini tidak dilakukan sembarangan, melainkan melalui perhitungan risiko yang sangat ketat selama satu bulan terakhir.

"Pemilihan waktu dan rute melintasi Selat Hormuz telah melalui pembahasan dan penilaian risiko yang sangat ketat," ujar Pjs. Corporate Secretary PIS, Vega Pita, dalam keterangan pers tertulis, Kamis (25/6/2026).

Vega menjelaskan ada puluhan persyaratan ketat yang harus dipenuhi sebelum kapal diizinkan bergerak dari Teluk Arab.

Persyaratan tersebut meliputi: Asuransi khusus komprehensif, kesiapan aspek teknis dan operasional kapal, sistem keamanan berlapis, hingga kesiapan fisik dan mental kru kapal.

Baca Juga: Bupati Maesyal Dukung Penuh Rencana Pembangunan Klinik Jantung Harapan Kita Tangerang, Siapkan Lokasi di Sini!

Untuk menjamin keselamatan seluruh awak dan kargo, PT PIS memonitor penuh pergerakan Gamsunoro selama pelayaran. Awak kapal di laut terus melakukan koordinasi waktu nyata (real-time) dengan tim darat yang bersiaga di Crisis Center PIS.

Perusahaan juga berkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan dan otoritas terkait untuk memantau perkembangan situasi secara real time. PIS juga berusaha terus memastikan seluruh operasional dilakukan secara hati-hati.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.