Jakarta

Pasar Optimis Hubungan AS-Iran Membaik, Dua Acuan Minyak Dunia Kompak Melemah

Aisya Nur Aziza | 24 Juni 2026, 21:54 WIB
Pasar Optimis Hubungan AS-Iran Membaik, Dua Acuan Minyak Dunia Kompak Melemah
Pengiriman minyak di Selat Hormuz mulai pulih

AKURAT JAKARTA - Harga minyak mentah dunia kembali melanjutkan tren penurunannya pada perdagangan Rabu (24/6/2026).

Melemahnya harga minyak ini didorong oleh dua kabar baik dari Timur Tengah dimana ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran mulai mereda.

Tak hanya itu, jalur pengiriman minyak di Selat Hormuz berangsur-angsur mulai pulih.

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Anjlok ke Level Terendah, Trump Meradang Harga Bensin di SPBU AS Tetap Mahal

Berdasarkan data dari Reuters, harga minyak mentah jenis Brent turun 0,5 persen ke level USD 76,71 per barel.

Setali tiga uang, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) milik AS juga ikut melemah 0,5 persen ke angka USD 72,85 per barel.

Penurunan ini memperpanjang tren negatif sejak Selasa kemarin, di mana kedua jenis minyak tersebut sempat menyentuh level terendah mereka sejak awal Maret lalu.

Baca Juga: Gedung Putih Memanas: Trump Kritik Resolusi Senat Saat Publik AS Mulai Jenuh dengan Perang Iran

AS Longgarkan Sanksi untuk Iran

Tomomichi Akuta, seorang Ekonom Senior dari Mitsubishi UFJ Research and Consulting, menilai bahwa rasa optimis pasar terhadap damainya hubungan AS dan Iran menjadi faktor utama yang membuat harga minyak terus turun.

"Harga minyak mentah melemah karena pasar berharap ketegangan AS-Iran mereda dan pengiriman minyak lewat Selat Hormuz bisa kembali normal," ujar Akuta.

Tekanan pada harga minyak ini mulai terasa setelah pemerintah AS memberikan keringanan sanksi selama 60 hari kepada Iran.

Kebijakan ini diambil setelah adanya pembicaraan damai awal antara kedua negara, yang akhirnya membuka kesempatan bagi Iran untuk kembali menjual minyaknya ke pasar internasional.

Selain itu, situasi yang mulai kondusif di Lebanon juga ikut menenangkan kekhawatiran pasar terkait pasokan energi dari Timur Tengah.

Akuta juga memprediksi harga minyak bisa terus turun ke level normal jika negosiasi ini berjalan lancar.

"Perkembangan lebih lanjut dalam negosiasi nuklir bisa mendorong harga minyak kembali ke tingkat sebelum konflik terjadi," tambahnya.

Lalu Lintas Kapal Tanker Mulai Lancar Kembali

Meski situasi terlihat membaik, kondisi politik di lapangan sebenarnya masih cukup ketat.

Pada hari Selasa, Oman dan Iran sepakat untuk membahas bagaimana pengaturan pelayaran di Selat Hormuz ke depannya.

Namun, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio langsung memperingatkan bahwa jika Iran mencoba menarik biaya transit di jalur internasional tersebut, hal itu dianggap melanggar hukum internasional.

Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump mengklaim bahwa Iran sudah setuju untuk diperiksa program nuklirnya tanpa batas waktu.

Tetapi klaim ini langsung dibantah oleh pihak Iran yang menyatakan mereka tidak pernah memberikan janji tersebut dalam negosiasi.

Walau penuh dengan drama politik, para investor kini bisa sedikit bernapas lega melihat pasokan minyak mulai bergerak.

Meski militer Iran sempat membatasi jumlah kapal yang lewat setiap harinya, data pelacakan kapal menunjukkan lalu lintas laut sudah mulai membaik.

Bahkan, tiga kapal tanker raksasa yang sebelumnya sempat tertahan kini dilaporkan sudah berhasil melintasi Selat Hormuz dengan aman. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.