Jakarta

Kesepakatan Gagal! Amerika Kembali Lancarkan Serangan Baru ke Iran, Pos Perbatasan dan Ladang Minyak Kuwait Turut Dihantam Drone

M Rahman Akurat | 13 Juli 2026, 07:40 WIB
Kesepakatan Gagal! Amerika Kembali Lancarkan Serangan Baru ke Iran, Pos Perbatasan dan Ladang Minyak Kuwait Turut Dihantam Drone
Pos perbatasan Kuwait ikut jadi sasaran serangan drone.

AKURAT JAKARTA – Militer Amerika Serikat (AS) resmi mengumumkan gelombang serangan baru terhadap Iran yang dimulai pada Minggu waktu setempat.

Pihak Amerika menegaskan bahwa operasi militer ini bertujuan untuk 'terus melemahkan' kemampuan Teheran agar tidak lagi menyerang kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz.

Dilansir dari AFP, Senin (13/7/2026), Komando Pusat Militer Amerika (CENTCOM) menyampaikan melalui platform X bahwa serangan terbaru tersebut dimulai pada pukul 21.00 GMT atau pukul 17.00 ET pada hari Minggu (12/7/2026).

"Pada jam 5 sore ET hari ini (Minggu), pasukan Komando Pusat AS mulai melancarkan lebih banyak serangan terhadap Iran untuk terus menurunkan kemampuan mereka dalam menyerang pelaut sipil dan kapal komersial yang dengan bebas transit di Selat Hormuz," tulis pernyataan resmi CENTCOM.

Baca Juga: Lomba Kicau Mania Kapolresta Tangerang Cup 2026 Berlangsung Meriah, Sekda Soma: Perkuat Sinergi Polri dengan Masyarakat

CENTCOM menambahkan bahwa Presiden Donald Trump "telah mengarahkan serangan tersebut untuk meminta pertanggungjawaban pasukan Iran."

Donald Trump Sebut Iran Batalkan Kesepakatan

Sebelumnya, Presiden Donald Trump mengonfirmasi bahwa Amerika Serikat memberikan respons yang sangat keras kepada Iran sebagai tanggapan atas aksi penyerangan terbaru mereka terhadap kapal-kapal di Selat Hormuz.

"Kami memukul mereka dengan sangat keras tadi malam," ujar Trump saat diwawancarai oleh CNN melalui sambungan telepon, yang awalnya membahas mengenai berpulangnya Senator AS Lindsey Graham.

Trump mengungkapkan bahwa AS dan Iran sebenarnya sudah hampir mencapai sebuah 'kesepakatan' pada hari Sabtu. Namun, situasi berubah drastis dalam hitungan jam.

"Mereka menyerahkan segalanya, lalu tiba-tiba dua jam setelah itu mereka menabrak sebuah kapal dengan drone. Orang-orang ini, ada yang tidak beres dengan mereka," cetus Trump.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.