Korupsi Program MBG: Dadan Cs Diduga Mark Up Motor Listrik hingga Sepatu Dinas Senilai Lebih Rp 1 Triliun

AKURAT JAKARTA — Kejaksaan Agung (Kejagung) resmi menetapkan Eks Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana bersama dua Wakil Ketua BGN, Lodewyk Pusung dan Sonny Sonjaya, sebagai tersangka kasus dugaan korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Ketiganya diduga kuat melakukan penggelembungan harga (mark-up) massal dalam pengadaan aset negara, mulai dari puluhan ribu unit motor listrik, tablet, TV, hingga sepatu operasional.
Modus Korupsi Pengadaan Barang
Direktur Penyidikan (Dirdik) Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung, Syarief Sulaeman Nahdi, mengungkapkan bahwa para tersangka memanipulasi anggaran pengadaan barang dalam skala besar yang tidak sesuai dengan ketentuan hukum.
Berikut adalah rincian pengadaan barang yang diduga di-mark-up:
Motor Listrik: 21.801 unit dengan nilai proyek fantastis mencapai Rp 1 triliun.
Sepatu Dinas: 32.000 pasang sepatu operasional yang anggarannya digelembungkan.
Gadget Tablet: Lebih dari 31.000 unit komputer tablet yang menyalahi aturan baku.
Televisi (TV): 5.400 unit TV berukuran 75 inci dengan manipulasi harga beli.
Hasil Penggeledahan Kantor BGN dan Rumah Tersangka
Syarief menjelaskan bahwa penetapan tersangka ini dilakukan setelah tim penyidik Jampidsus bergerak menggeledah sejumlah lokasi strategis pada Rabu, 3 Juni 2026.
Area penggeledahan meliputi Kantor Pusat BGN di Jakarta Pusat serta kediaman pribadi milik para tersangka.
"Sejak tadi malam memang kami melakukan penggeledahan di beberapa tempat. Selain kantor MBG, ada juga rumah-rumah kediaman para tersangka. Dan sampai hari ini, sampai siang ini pun masih ada beberapa penggeledahan di tempat-tempat lain," ungkapnya.
Dari operasi tersebut, tim penyidik berhasil mengamankan aset dan barang bukti digital berupa dokumen kontrak pengadaan barang, ponsel pintar (smartphone) milik tersangka, komputer jinjing (laptop), dan rekaman data elektronik transaksi keuangan.
Baca Juga: Bayam Ternyata Tak Selalu Sehat, Orang dengan Kondisi Berikut Ini Sebaiknya Membatasi Mengonsumsinya
Mengakali Mitra Dapur MBG
Syarief mengungkapkan, sejatinya program MBG tersebut dikelola oleh yayasan di setiap sekolah. Namun, mitra dapur MBG itu berhubungan dengan tiga mantan pimpinan BGN.
"Pada faktanya, yayasan-yayasan yang ditunjuk sebagai mitra SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) merupakan yayasan yang dijadikan sarana untuk kejahatan dan terafiliasi dengan pejabat atau pegawai BGN yang tidak memenuhi syarat untuk menjadi mitra SPPG," kata Syarief, Rabu, 3 Juni 2026.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Prediksi Skor Rumania vs Wales, 7 Juni 2026: Misi Akhiri Paceklik Kemenangan
- 2Prediksi Skor Denmark vs Ukraina, 7 Juni 2026: De Rod-Hvide Bidik Kebangkitan di Odense
- 3Prediksi Skor Arab Saudi vs Puerto Rico, 6 Juni 2026: Kesempatan Falcons Kembali ke Jalur Kemenangan
- 4Prediksi Skor Georgia vs Bahrain, 5 Juni 2026: Crusaders Ingin Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan
- 5Daftar 15 Lokasi Nobar Timnas Indonesia vs Mozambik di Jabodetabek pada FIFA Matchday Hari Ini, Selasa 9 Juni 2026
- 6Prediksi Skor Yunani vs Italia, 8 Juni 2026: Ujian Berat Generasi Baru Azzurri
- 7Daftar 33 Lokasi Nobar Timnas Indonesia vs Oman di Jakarta dalam FIFA Matchday 2026 Hari Ini, Yuk Dukung Garuda!
- 8Prediksi Skor Slovakia vs Montenegro, 5 Juni 2026: Duel Sengit di Kosicka
- 9Ancol Sunset Sound: Cara Baru Menikmati Sunset di Jakarta Lewat Musik, Pantai, Kuliner, dan Staycation
- 10Dorong Pola Hidup Sehat dan Ekonomi Lokal, Bupati Tangerang Lepas Fun Run 5K Komunitas Wisata Kreatif 2026




