Jakarta

Heboh Puluhan Ribu Motor Listrik untuk Kepala Dapur MBG, Benarkah Anggarannya Tembus Rp 2,4 Triliun?

M Rahman Akurat | 8 April 2026, 08:39 WIB
Heboh Puluhan Ribu Motor Listrik untuk Kepala Dapur MBG, Benarkah Anggarannya Tembus Rp 2,4 Triliun?
Ilustrasi - Motor listrik Emmo JVX GT

AKURAT JAKARTA – Media sosial tengah dihebohkan oleh video viral yang menunjukkan ribuan motor listrik berlogo Badan Gizi Nasional (BGN) masih terbungkus plastik.

Narasi dalam video tersebut menyebutkan ada sekitar 70.000 unit kendaraan yang disiapkan untuk operasional program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menanggapi hal tersebut, Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, membenarkan adanya pengadaan kendaraan tersebut.

Namun, ia memberikan klarifikasi terkait jumlah dan status distribusi motor-motor tersebut.

Baca Juga: Skutik Jagoan Yamaha Ini Bisa Bikin Lawan Auto Minder, Ini Wujud Yamaha NMAX 2026 dengan Teknologi Turbo Terbaru

Klarifikasi Kepala BGN

Dadan menegaskan bahwa jumlah motor yang dipesan tidak sebanyak yang dinarasikan di media sosial. Dari target 25.000 unit, realisasi saat ini baru mencapai 21.801 unit.

“Pengadaan motor ini memang masuk dalam anggaran 2025. Fungsinya untuk mendukung operasional Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau Dapur MBG,” ujar Dadan di Jakarta, Selasa (7/4/2026).

Ia juga menambahkan bahwa motor-motor tersebut belum didistribusikan, karena masih harus menyelesaikan proses administrasi sebagai Barang Milik Negara (BMN).

"Motor tersebut belum dibagikan. Setelah seluruhnya lengkap, akan dicatat terlebih dahulu sebagai BMN sebelum didistribusikan," ujarnya.

Baca Juga: Kepala BNN Usul Vape Dilarang di Indonesia, Komisi III DPR Setuju Dimasukkan dalam RUU Narkotika

Menelusuri Anggaran Fantastis Rp 2,4 Triliun

Penelusuran pada laman Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SiRUP) Inaproc milik LKPP menunjukkan angka yang cukup mencengangkan.

Terdapat dua paket besar pengadaan kendaraan roda dua untuk wilayah SPPI di seluruh Indonesia dengan metode e-purchasing.

Masing-masing paket memiliki nilai pagu sebesar Rp 1,22 triliun. Jika ditotal, anggaran yang dialokasikan mencapai Rp 2,44 triliun untuk volume sekitar 48.800 unit.

Memang belum jelas apakah pengadaan motor listrik ini yang diajukan BGN. Pun dengan jenis motor listrik yang dipesan.

Namun berdasarkan visual di video yang beredar, motor listrik tersebut identik dengan tipe Emmo JVX GT.

Baca Juga: Ressa Putra Denada Bocorkan Identitas Ayah Kandungnya: Cluenya Orang Aceh, Nama Teuku Ryan Kembali Jadi Sorotan

Dalam katalog Inaproc, motor ini dijual oleh PT Yasa Artha Trimanunggal dengan harga satuan mencapai Rp 49,95 juta (termasuk PPN 12%).

Jika dihitung harga satuan motor listrik Emmo JVX GT dikalikan dengan jumlah 24.400 unit, maka totalnya sekitar Rp 1.218.780.000.000.

Kalau ada dua paket dengan jumlah yang sama, itu artinya total anggaran yang dikeluarkan untuk motor listrik operasional MBG sebesar Rp 2.437.560.000.000 (2,4 triliunan).

Dadan mengimbau masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.

Ia juga berharap, masyarakat dapat memahami bahwa pengadaan motor listrik tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam memastikan kelancaran pelaksanaan Program MBG di seluruh Indonesia.

Baca Juga: Hasil Leg 1 Perempat Final Liga Champions Dini Hari Tadi: Harry Kane Bungkam Bernabeu, Arsenal Curi Kemenangan di Lisbon

Menkeu Purbaya Sempat Menolak

Di sisi lain, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku akan mengecek kembali detail pengadaan ini.

Ia mengungkapkan bahwa pada tahun lalu, pihak Kemenkeu sempat menolak usulan pengadaan komputer dan motor dalam jumlah besar untuk program MBG.

"Tahun lalu sempat kita tolak untuk beli komputer yang terlalu banyak dan motor. Saya akan lihat lagi seperti apa. Ini gosip ya? Saya cek lagi," ujar Purbaya dalam diskusi media di Kemenkeu, Jakarta Pusat.

Purbaya menekankan bahwa anggaran MBG seharusnya diprioritaskan langsung untuk penyediaan makanan bagi masyarakat.

Menurutnya, jika mitra pengelola sudah mendapatkan keuntungan, mereka seharusnya bisa mengusahakan kendaraan secara mandiri atau mencicil.

Baca Juga: Rambut Beruban Dini Bikin Panik? Ini 5 Masker Kopi Alami yang Diam-Diam Ampuh!

"Utamanya harus untuk makanan. Kalau pebisnis kan sudah untung cukup, mereka cicil dari sana harusnya," pungkasnya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.