Ketika Harapan Tiba-Tiba Terputus, Kisah Guru Non-ASN di Lampung Ini Ungkap Dampak Psikologis Ketidakpastian

AKURAT JAKARTA - Tangisan Anna Zelvia saat meminta bantuan kepada pemerintah menjadi gambaran keresahan yang dirasakan puluhan guru non-ASN di Kota Metro, Lampung.
Namun, jika dilihat lebih jauh, persoalan yang mereka hadapi bukan hanya kehilangan pekerjaan.
Ada beban psikologis yang muncul ketika masa depan seseorang berubah menjadi penuh ketidakpastian.
Dalam psikologi, kondisi tersebut dikenal sebagai intolerance of uncertainty, yaitu keadaan ketika seseorang mengalami tekanan emosional karena tidak mengetahui apa yang akan terjadi pada masa depannya.
Bagi banyak orang, ketidakpastian sering kali terasa lebih berat daripada menerima kenyataan yang pahit sekalipun, karena pikiran terus dipenuhi berbagai kemungkinan buruk yang belum tentu terjadi.
Kondisi inilah yang tergambar dalam perjuangan Forum Komunikasi Guru Non-ASN Kota Metro.
Sedikitnya 29 guru dan tenaga kependidikan terdampak kebijakan yang membuat mereka dirumahkan sejak awal 2026.
Selain kehilangan pekerjaan, mereka juga menghadapi persoalan penonaktifan data Dapodik yang dikhawatirkan menghilangkan kesempatan mengikuti kebijakan penataan guru non-ASN dari pemerintah pusat.
Dalam video yang beredar pada Jumat (7/8/2026), Anna menyampaikan permohonan kepada Presiden Prabowo Subianto, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti, Direktur Jenderal Guru, Tenaga Kependidikan, dan Pendidikan Guru Nunuk Suryani, serta Komisi X DPR RI.
"Tolong kami, Bapak, Ibu. Kami di sini adalah guru yang sudah bersertifikat pendidik, sudah ber-NUPTK, sudah mengabdi bertahun-tahun, Dapodik kami juga sudah terdata dari 2019, dan kami harus menerima pil pahit, kami harus dirumahkan per Januari 2026," ujar Anna sambil menangis.
Menurut Anna, berbagai upaya telah dilakukan, mulai dari meminta pendampingan kepada PGRI, beraudiensi dengan DPRD Kota Metro, hingga menemui Dinas Pendidikan.
Namun hingga kini, belum ada kepastian mengenai penyelesaian persoalan yang mereka hadapi.
"Tetapi sampai sekarang belum ada kejelasan mengenai nasib kami," katanya.
Dalam psikologi, situasi seperti ini dapat memunculkan ambiguous loss, yaitu kehilangan yang tidak memiliki penyelesaian yang jelas.
Para guru belum benar-benar mendapatkan kepastian apakah masih memiliki peluang kembali mengajar atau justru harus mencari jalan hidup yang sama sekali baru.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Prediksi Skor Sevilla vs Rayo Vallecano di La Liga, 16 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Meraih Kemenangan Perdana di Laga Pembuka?
- 2Prediksi Skor Deportivo Alaves vs Getafe di La Liga, 16 Agustus 2026: Duel Dua Tim dengan Modal Pramusim Berbeda
- 3Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche di La Liga, 18 Agustus 2026: Duel Tim Promosi dan Penghuni Zona Bawah
- 4Prediksi Skor Espanyol vs Levante di La Liga, 17 Agustus 2026: Mampukah Los Periquitos Mengawali Musim dengan Kemenangan Kandang?
- 5Prediksi Skor Racing Santander vs Villarreal di La Liga, 16 Agustus 2026: Debutan Promosi Tantang Penghuni Tiga Besar
- 6Prediksi Skor Casa Pia vs Benfica di Liga Portugal, 18 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Mengulang Kejutan?
- 7Prediksi Skor Ajax vs Heerenveen di Eredivisie, 16 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Kembali Dominan di Johan Cruijff Arena?
- 8Prediksi Skor Excelsior vs PSV Eindhoven di Eredivisie, 16 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Patahkan Dominasi Sang Juara Bertahan?
- 9Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!
- 10Fasilitas Mewah KM Dharma Kartika V Dinodai Dugaan Pelecehan Anak hingga Pengeroyokan Pelajar, Begini Kronologinya





