Bukan Sekadar Profesi, Kisah Guru 87 Tahun Ini Buktikan Mengajar Adalah Panggilan Hidup

AKURAT JAKARTA - Di saat banyak orang memilih menikmati masa pensiun, masih ada sosok yang justru tetap mengabdikan diri di ruang kelas.
Kisah ini datang dari Surabaya, tempat seorang guru berusia 87 tahun yang masih aktif mengajar di taman kanak-kanak dengan semangat yang tak kalah dari guru muda.
Sosok tersebut adalah Chamimah, guru TK Masa Putra Bakti Surabaya yang telah mengabdikan hidupnya di dunia pendidikan selama hampir 63 tahun.
Perjalanannya sebagai pendidik dimulai pada 1963 di sekolah yang sama, kemudian berlanjut sebagai guru sekolah dasar sejak 1977 hingga pensiun pada 2021.
Namun, pensiun tidak membuatnya meninggalkan dunia pendidikan.
Chamimah memilih kembali ke TK tempat ia pertama kali mengajar untuk terus mendampingi anak-anak usia dini.
Dedikasinya terhadap pendidikan juga terlihat dari semangatnya menempuh pendidikan tinggi di usia senja.
Chamimah berhasil menyelesaikan Program Studi Pendidikan Guru PAUD di Universitas Muhammadiyah Surabaya pada 2020 saat berusia 78 tahun.
Selama kuliah, ia dikenal aktif mengikuti perkuliahan dan hanya absen ketika kondisi kesehatannya tidak memungkinkan.
Baginya, belajar merupakan proses yang tidak dibatasi usia.
Baca Juga: Generasi Alpha dan AI: Batas Tipis antara Membantu Belajar dan Membuat Anak Bergantung
=====
Prinsip tersebut menjadi bekal untuk terus meningkatkan kemampuan sebagai pendidik sekaligus memberikan contoh kepada generasi muda bahwa semangat menuntut ilmu dapat terus dijaga sepanjang hayat.
Kisah Chamimah juga menunjukkan bahwa kualitas seorang guru tidak hanya diukur dari lama masa kerja, tetapi juga dari komitmen untuk terus belajar dan berbagi ilmu kepada anak-anak.
Di tengah tantangan dunia pendidikan yang terus berubah, kehadirannya menjadi inspirasi bahwa pengalaman dan dedikasi tetap memiliki nilai yang sangat besar.
Di balik pengabdiannya, Chamimah juga dikenal sebagai adik dari Wakil Presiden RI ke-6, Try Sutrisno.
Namun, perhatian publik justru tertuju pada kiprahnya sebagai pendidik yang tetap memilih berada di ruang kelas, bukan pada latar belakang keluarganya.
Perjalanan panjang Chamimah menjadi bukti bahwa pengabdian kepada dunia pendidikan tidak berhenti ketika masa pensiun tiba.
Selama masih memiliki semangat dan kesempatan, ia memilih terus mendampingi anak-anak belajar, menginspirasi banyak orang bahwa usia bukanlah penghalang untuk terus berkarya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!





