Empat Pelajar Indonesia Siap Bertarung di Olimpiade Nuklir Internasional, Mental Jadi Kunci

AKURAT JAKARTA - Empat pelajar terbaik Indonesia tengah membawa misi besar di panggung internasional.
Mereka terpilih mewakili Tanah Air dalam International Nuclear Science Olympiad (INSO) 2026 yang berlangsung pada 2–9 Agustus di King Abdulaziz University, Jeddah, Arab Saudi.
Namun, tantangan yang mereka hadapi tidak hanya berkaitan dengan rumus dan teori sains nuklir.
Ajang yang diikuti peserta dari sekitar 20 negara ini juga menguji kemampuan psikologis peserta untuk tetap fokus, tenang, dan mampu mengambil keputusan di bawah tekanan.
Dalam psikologi, kemampuan tersebut dikenal sebagai psychological resilience atau resiliensi psikologis, yakni kemampuan seseorang untuk tetap beradaptasi dan mempertahankan performa ketika menghadapi situasi yang penuh tekanan.
INSO merupakan kompetisi sains nuklir tingkat internasional untuk siswa sekolah menengah atas yang berada di bawah naungan Badan Energi Atom Internasional (IAEA).
Formatnya mengadopsi olimpiade sains bergengsi seperti International Physics Olympiad (IPhO) dan International Chemistry Olympiad (IChO).
Tingkat kesulitan kompetisi ini tergolong tinggi.
Peserta harus menyelesaikan tes teori selama lima jam yang terdiri atas lima soal dengan tingkat kesulitan yang terus meningkat.
Setelah itu, mereka masih harus mengikuti tes praktik atau eksperimen yang berlangsung hingga 3,5 jam.
Dari perspektif psikologi kognitif, kondisi tersebut menuntut mental endurance, yaitu kemampuan mempertahankan konsentrasi, ketelitian, dan kualitas berpikir dalam waktu lama.
Ketika otak bekerja secara intensif selama berjam-jam, kemampuan mengelola kelelahan mental menjadi sama pentingnya dengan penguasaan materi.
Indonesia mengirim empat pelajar yang telah memiliki rekam jejak prestasi di tingkat nasional maupun internasional, yakni:
Gusti Komang Abhika Atmaja dari SMA Kesatuan Bangsa.
Aloysius Gonzaga Duta Setiawan dari SMA Kesatuan Bangsa.
Faris Patria Chariansyah dari MAN Insan Cendekia Serpong.
Hilmy Lazuardhy Nurramadhan dari MAN Insan Cendekia Serpong.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!






