Jakarta

Empat Pelajar Indonesia Siap Bertarung di Olimpiade Nuklir Internasional, Mental Jadi Kunci

Anggerhana Denni Rahmawati | 5 Agustus 2026, 06:30 WIB
Empat Pelajar Indonesia Siap Bertarung di Olimpiade Nuklir Internasional, Mental Jadi Kunci
Empat pelajar Indonesia ini akan diuji mentalnya di olimpiade nuklir dunia. - INSO

AKURAT JAKARTA - Empat pelajar terbaik Indonesia tengah membawa misi besar di panggung internasional.

Mereka terpilih mewakili Tanah Air dalam International Nuclear Science Olympiad (INSO) 2026 yang berlangsung pada 2–9 Agustus di King Abdulaziz University, Jeddah, Arab Saudi.

Namun, tantangan yang mereka hadapi tidak hanya berkaitan dengan rumus dan teori sains nuklir.

Ajang yang diikuti peserta dari sekitar 20 negara ini juga menguji kemampuan psikologis peserta untuk tetap fokus, tenang, dan mampu mengambil keputusan di bawah tekanan.

Dalam psikologi, kemampuan tersebut dikenal sebagai psychological resilience atau resiliensi psikologis, yakni kemampuan seseorang untuk tetap beradaptasi dan mempertahankan performa ketika menghadapi situasi yang penuh tekanan.

INSO merupakan kompetisi sains nuklir tingkat internasional untuk siswa sekolah menengah atas yang berada di bawah naungan Badan Energi Atom Internasional (IAEA).

Formatnya mengadopsi olimpiade sains bergengsi seperti International Physics Olympiad (IPhO) dan International Chemistry Olympiad (IChO).

Tingkat kesulitan kompetisi ini tergolong tinggi.

Peserta harus menyelesaikan tes teori selama lima jam yang terdiri atas lima soal dengan tingkat kesulitan yang terus meningkat.

Setelah itu, mereka masih harus mengikuti tes praktik atau eksperimen yang berlangsung hingga 3,5 jam.

Baca Juga: Toyota bZ4X Touring Hadir Lebih Tangguh dengan Konsep Active Gear, Kapasitas Kargo 619 Liter, Layar Sentuh 14 Inci, dan Toyota Safety Sense Canggih

Dari perspektif psikologi kognitif, kondisi tersebut menuntut mental endurance, yaitu kemampuan mempertahankan konsentrasi, ketelitian, dan kualitas berpikir dalam waktu lama.

Ketika otak bekerja secara intensif selama berjam-jam, kemampuan mengelola kelelahan mental menjadi sama pentingnya dengan penguasaan materi.

Indonesia mengirim empat pelajar yang telah memiliki rekam jejak prestasi di tingkat nasional maupun internasional, yakni:

  • Gusti Komang Abhika Atmaja dari SMA Kesatuan Bangsa.

  • Aloysius Gonzaga Duta Setiawan dari SMA Kesatuan Bangsa.

  • Faris Patria Chariansyah dari MAN Insan Cendekia Serpong.

  • Hilmy Lazuardhy Nurramadhan dari MAN Insan Cendekia Serpong.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.