Jakarta

Dari Ruang Kelas ke Panggung Dunia, Empat Pelajar Indonesia Siap Ukir Prestasi di Olimpiade Kimia Dunia

Anggerhana Denni Rahmawati | 11 Juli 2026, 15:15 WIB
Dari Ruang Kelas ke Panggung Dunia, Empat Pelajar Indonesia Siap Ukir Prestasi di Olimpiade Kimia Dunia
Empat pelajar Indonesia yang berhasil mengikuti IChO di Uzbekistan.

AKURAT JAKARTA - Empat pelajar terbaik Indonesia akan mengemban misi besar di panggung internasional.

Mereka dipercaya mewakili Tanah Air dalam International Chemistry Olympiad (IChO) ke-58 yang digelar di Tashkent, Uzbekistan, pada 10–19 Juli 2026 bersama peserta dari lebih dari 90 negara.

Keberangkatan mereka bukan hanya menjadi ajang adu kemampuan di bidang kimia, tetapi juga membawa harapan agar Indonesia kembali menorehkan prestasi di kompetisi sains paling bergengsi tingkat dunia.

Delegasi Indonesia terdiri atas Renault Tjandera dari SMAS Santa Laurensia Kota Tangerang Selatan, Muhammad Arya Razan dari MAN Insan Cendekia Serpong, Ahmad Kautsar Al Ramadhani dari MAN 2 Kota Malang, serta Aloysius Gonzaga Duta Setyawan dari SMA Kesatuan Bangsa, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Keempatnya merupakan pelajar yang telah melewati proses seleksi dan pembinaan secara intensif setelah menjadi pemenang Olimpiade Sains Nasional (OSN) jenjang pendidikan menengah.

Kepala Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Maria Veronica Irene Herdjiono, mengatakan para delegasi merupakan bagian dari upaya pemerintah menyiapkan talenta unggul yang mampu bersaing di tingkat global.

"Hal ini merupakan bagian dari upaya Kemendikdasmen dalam menumbuhkan talenta unggul Indonesia yang mampu bersaing di tingkat global. Kami berharap para delegasi dapat memberikan yang terbaik dan menjadi duta bangsa yang membanggakan," katanya, dikutip dari laman Puspresnas, Sabtu (11/7/2026).

Selama mengikuti kompetisi, tim Indonesia akan didampingi para pembina dari Institut Teknologi Bandung (ITB), yakni Deana Wahyuningrum, Fainan Failamani, dan Irma Mulyani.

Bagi Renault Tjandera, kesempatan tampil di IChO menjadi pengalaman keduanya membela Indonesia dalam ajang sains internasional.

Sebelumnya, saat masih duduk di bangku SMP, ia mengikuti International Junior Science Olympiad (IJSO) 2023 dan berhasil meraih medali perak.

Kini, Renault kembali membawa semangat yang sama untuk mengukir prestasi yang lebih tinggi.

“Saat duduk di bangku SMP saya mengikuti IJSO. Kali ini saya berhasil mendapatkan kesempatan kembali untuk mewakili Indonesia di ajang IChO. Terima kasih Kemendikdasmen dan Puspresnas semoga saya dapat membawa pulang medali,” ungkap Renault.

Semangat serupa juga disampaikan Aloysius Gonzaga Duta Setyawan.

Baginya, kesempatan mengenakan atribut Merah Putih di ajang internasional menjadi kebanggaan tersendiri sekaligus tanggung jawab besar.

“Saya sangat bangga akhirnya dapat menjadi wakil Indonesia di ajang IChO. Semoga meraih hasil yang maksimal bersama teman-teman lainnya,” tuturnya.

Baca Juga: Perjuangan Janda 9 Anak Penjual Keripik Berbuah Manis, Putranya Lolos Masuk UGM Gratis

=====

Aloysius juga membagikan pesan sederhana yang menjadi penyemangat bagi pelajar di seluruh Indonesia untuk terus berusaha mengejar prestasi.

“Bila tidak menang pintar, menanglah lebih rajin, dan menanglah dalam doa,” pungkasnya.

Keberangkatan empat pelajar ini menjadi bukti bahwa kerja keras, pembinaan yang berkelanjutan, dan semangat belajar dapat membuka jalan menuju panggung dunia.

Kini, masyarakat Indonesia menanti kiprah mereka di Uzbekistan dengan harapan mampu membawa pulang prestasi sekaligus mengharumkan nama bangsa di ajang Olimpiade Kimia Internasional 2026. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.