Jakarta

UI Ubah Program Vokasi Jadi Sekolah Vokasi, Ternyata Dampaknya Lebih Besar dari Sekadar Ganti Nama

Anggerhana Denni Rahmawati | 2 Agustus 2026, 16:30 WIB
UI Ubah Program Vokasi Jadi Sekolah Vokasi, Ternyata Dampaknya Lebih Besar dari Sekadar Ganti Nama
Sekolah Vokasi Universitas Indonesia. - vokasi.ui.ac.id

AKURAT JAKARTA - Banyak orang mengira perubahan nama sebuah institusi hanya sebatas identitas baru.

Namun, keputusan Universitas Indonesia (UI) mengubah Program Pendidikan Vokasi menjadi Sekolah Vokasi UI justru membawa perubahan yang jauh lebih mendasar.

Pergantian nomenklatur tersebut menjadi langkah strategis untuk memperkuat posisi pendidikan tinggi terapan agar memiliki tata kelola yang lebih mandiri, adaptif, dan mampu merespons perkembangan dunia industri dengan lebih cepat.

Rektor UI, Heri Hermansyah, menyebut perubahan ini sebagai momentum bersejarah bagi pendidikan vokasi di lingkungan kampus.

"Ini merupakan momentum bersejarah dari perubahan nama dari Program Pendidikan Vokasi UI menjadi Sekolah Vokasi UI. Selama ini Vokasi UI mengelola aset, SDM, dan secara otonomi. Nama baru ini juga sesuai dengan perguruan tinggi di Indonesia dan internasional yang menyelenggarakan pendidikan vokasi," ujar Heri di Depok, Jumat (31/7/2026).

Perubahan dari istilah "Program" menjadi "Sekolah" bukan hanya menyangkut penyebutan kelembagaan.

Status baru tersebut mempertegas bahwa pendidikan vokasi memiliki ruang yang lebih luas untuk mengembangkan pendidikan, riset terapan, inovasi, serta pengabdian kepada masyarakat dengan tata kelola yang lebih kuat.

Model ini juga mengikuti praktik di berbagai perguruan tinggi internasional yang menggunakan istilah School sebagai identitas lembaga akademik yang memiliki otonomi dalam mengembangkan berbagai aspek pendidikan tinggi terapan.

Dengan status tersebut, Sekolah Vokasi UI diharapkan semakin lincah menyesuaikan diri terhadap perkembangan teknologi, perubahan kebutuhan industri, hingga tantangan dunia kerja yang terus bergerak cepat.

Transformasi ini juga menjadi bagian dari strategi UI memperkuat hubungan dengan Dunia Usaha, Dunia Industri, dan Dunia Kerja (DUDIKA).

Baca Juga: Indonesia Emas 2045 Dimulai dari TK, Namun Guru Masih Berjuang soal Kesejahteraan

Melalui pendekatan tersebut, pendidikan vokasi tidak hanya berfokus pada penguasaan teori, tetapi juga memastikan lulusan memiliki keterampilan praktis, kompetensi profesional, dan sikap kerja yang dibutuhkan perusahaan.

Direktur Sekolah Vokasi UI, Safrin Arifin, mengatakan perubahan nomenklatur tersebut dibangun di atas fondasi yang telah terbukti melalui berbagai pencapaian institusi.

Ia menyebut Sekolah Vokasi UI berhasil meraih Peringkat I Kontrak Kinerja (Kokin) UI Tahun 2023, Peringkat II UI Zona Integritas Award selama dua tahun berturut-turut pada 2022 dan 2023, serta Peringkat I GreenMetric UI Tahun 2025.

Berbagai prestasi dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa di tingkat nasional maupun internasional juga menjadi modal penting dalam menjalankan mandat kelembagaan yang baru.

Melalui perubahan ini, UI menegaskan komitmennya untuk terus menghasilkan lulusan yang memiliki keseimbangan antara pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja profesional.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.