Jakarta

Aliansi BEM Bersatu Cium Aroma Politisasi, Tuding Gerakan Mahasiswa Ditunggangi Jaringan Tertentu

Aisya Nur Aziza | 17 Juni 2026, 08:36 WIB
Aliansi BEM Bersatu Cium Aroma Politisasi, Tuding Gerakan Mahasiswa Ditunggangi Jaringan Tertentu
Ilustrasi BEM ditunggangi politik praktis

AKURAT JAKARTA — Aliansi mahasiswa yang mengatasnamakan diri BEM Bersatu secara resmi menyatakan sikap menolak segala bentuk gerakan mahasiswa yang ditunggangi oleh kepentingan politik praktis.

Dalam pernyataannya, aliansi ini juga menuduh salah satu pimpinan aksi mahasiswa, Tiyo Ardianto, memiliki kedekatan dengan jaringan politik tertentu.

Perwakilan BEM Bersatu sekaligus Ketua BEM Hukum UIC, Rahmat Djimbula, mengungkapkan adanya dugaan keterkaitan antara Tiyo dengan salah satu purnawirawan TNI yang berafiliasi politik.

Baca Juga: Pasar Sumur Gede Cipari Resmi Dibuka, Wabup Intan: Dorong Ekonomi Desa dan Lestarikan Kuliner Tangerang

"Salah satu pimpinan aksi, Tiyo Ardianto, diduga memiliki kedekatan dengan jaringan politik tertentu. Mobil Fortuner yang digunakannya diduga terdaftar atas nama Siti Nuraeni, adik Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso, yang merupakan besan Jenderal TNI (Purn) Andhika Perkasa, tokoh tim pemenangan Ganjar Pranowo pada Pilpres 2024," ujar Rahmat dalam konferensi pers di Utan Kayu, Jakarta Timur, Selasa (16/6/2026).

Rahmat menambahkan, dugaan intervensi politik tersebut semakin diperkuat dengan kehadiran politikus PDI Perjuangan, Andi Widjajanto, di tengah-tengah massa aksi.

Baca Juga: Peringati Tahun Baru Islam, Bupati Tangerang Buka Hijrah Fest 2026 di Legok: Upaya Jaga Warisan Budaya dan Tanamkan Nilai-nilai Luhur

Soroti Jejaring Tokoh Nasional

Lebih lanjut, BEM Bersatu juga mengungkit rekam jejak kehadiran Tiyo Ardianto dalam sebuah acara diskusi publik di Jawa Barat.

"Keterkaitan tersebut juga diperkuat oleh kehadiran Tiyo Ardianto dalam Dialog Nasional Kebangsaan di Bandung bersama sejumlah tokoh seperti Said Didu, Roy Suryo, Refly Harun, dan dr Tifa. Dalam forum yang sama, Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso juga tercatat hadir, menunjukkan adanya jejaring yang patut dicermati," papar Rahmat.

Ajukan Tiga Tuntutan Utama

Dalam konferensi pers tersebut, aliansi BEM Bersatu membacakan tiga poin tuntutan utama mereka, yaitu:

  1. Sterilisasi Gerakan, BEM Bersatu mendesak agar gerakan mahasiswa dibersihkan dari pendanaan, fasilitas, dan segala bentuk intervensi politik praktis.

  2. Mendukung keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis, dengan catatan adanya perbaikan tata kelola agar tepat sasaran serta akuntabel.

  3. Mendukung pengusutan tuntas para koruptor tanpa pandang bulu, serta mengajak seluruh mahasiswa Indonesia untuk mengawal proses hukum secara kritis dan objektif.

Sejumlah pimpinan dan perwakilan BEM dari berbagai universitas turut hadir dan tercatat dalam deklarasi bersama tersebut, di antaranya perwakilan dari UNISIA, UIJ, UNAS, Institut Al-Aqidah, UNJ, UNPAM, UIC, Unindra, Universitas BSI, dan Institut STIAMI. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.