Aliansi BEM Bersatu Cium Aroma Politisasi, Tuding Gerakan Mahasiswa Ditunggangi Jaringan Tertentu

AKURAT JAKARTA — Aliansi mahasiswa yang mengatasnamakan diri BEM Bersatu secara resmi menyatakan sikap menolak segala bentuk gerakan mahasiswa yang ditunggangi oleh kepentingan politik praktis.
Dalam pernyataannya, aliansi ini juga menuduh salah satu pimpinan aksi mahasiswa, Tiyo Ardianto, memiliki kedekatan dengan jaringan politik tertentu.
Perwakilan BEM Bersatu sekaligus Ketua BEM Hukum UIC, Rahmat Djimbula, mengungkapkan adanya dugaan keterkaitan antara Tiyo dengan salah satu purnawirawan TNI yang berafiliasi politik.
"Salah satu pimpinan aksi, Tiyo Ardianto, diduga memiliki kedekatan dengan jaringan politik tertentu. Mobil Fortuner yang digunakannya diduga terdaftar atas nama Siti Nuraeni, adik Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso, yang merupakan besan Jenderal TNI (Purn) Andhika Perkasa, tokoh tim pemenangan Ganjar Pranowo pada Pilpres 2024," ujar Rahmat dalam konferensi pers di Utan Kayu, Jakarta Timur, Selasa (16/6/2026).
Rahmat menambahkan, dugaan intervensi politik tersebut semakin diperkuat dengan kehadiran politikus PDI Perjuangan, Andi Widjajanto, di tengah-tengah massa aksi.
Soroti Jejaring Tokoh Nasional
Lebih lanjut, BEM Bersatu juga mengungkit rekam jejak kehadiran Tiyo Ardianto dalam sebuah acara diskusi publik di Jawa Barat.
"Keterkaitan tersebut juga diperkuat oleh kehadiran Tiyo Ardianto dalam Dialog Nasional Kebangsaan di Bandung bersama sejumlah tokoh seperti Said Didu, Roy Suryo, Refly Harun, dan dr Tifa. Dalam forum yang sama, Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso juga tercatat hadir, menunjukkan adanya jejaring yang patut dicermati," papar Rahmat.
Ajukan Tiga Tuntutan Utama
Dalam konferensi pers tersebut, aliansi BEM Bersatu membacakan tiga poin tuntutan utama mereka, yaitu:
Sterilisasi Gerakan, BEM Bersatu mendesak agar gerakan mahasiswa dibersihkan dari pendanaan, fasilitas, dan segala bentuk intervensi politik praktis.
Mendukung keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis, dengan catatan adanya perbaikan tata kelola agar tepat sasaran serta akuntabel.
Mendukung pengusutan tuntas para koruptor tanpa pandang bulu, serta mengajak seluruh mahasiswa Indonesia untuk mengawal proses hukum secara kritis dan objektif.
Sejumlah pimpinan dan perwakilan BEM dari berbagai universitas turut hadir dan tercatat dalam deklarasi bersama tersebut, di antaranya perwakilan dari UNISIA, UIJ, UNAS, Institut Al-Aqidah, UNJ, UNPAM, UIC, Unindra, Universitas BSI, dan Institut STIAMI. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!






