Pemerintah Pusat Akselerasi Penataan Kawasan Puncak sebagai Destinasi Strategis Nasional

AKURAT JAKARTA – Pemerintah pusat resmi memulai langkah penataan menyeluruh terhadap kawasan wisata Puncak, Bogor, Jawa Barat.
Langkah ini diambil guna memperkuat posisi Puncak sebagai Kawasan Strategis Nasional (KSN) sekaligus destinasi unggulan yang mampu memberikan kenyamanan bagi masyarakat dan wisatawan.
Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menegaskan bahwa penataan ini merupakan prioritas utama mengingat Puncak merupakan representasi Kabupaten Bogor di level nasional.
Baca Juga: Geger Dugaan Tembakan Saat Aksi Curanmor di Kembangan, Polisi Buru Pelaku
Melalui sinergi lintas sektor, pemerintah berkomitmen mewujudkan kawasan yang tertib, nyaman, dan representatif bagi kepentingan publik.
"Dengan sinergi lintas sektor dan komitmen bersama, kawasan Puncak diharapkan menjadi kawasan yang tertib, nyaman, dan representatif sebagai wajah Kabupaten Bogor di Indonesia," kata Rudy dalam keterangannya di Cibinong, Kabupaten Bogor, Kamis (23/4/2026).
Rencana besar ini telah dibahas secara mendalam dalam Rapat Koordinasi Awal Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Kawasan Strategis Tahun Anggaran 2026 di Bandung, Rabu (22/4/2026).
Pertemuan tersebut melibatkan unsur pemerintah pusat dan daerah guna memastikan keberlanjutan program di lapangan.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, menjelaskan bahwa perhatian serius dari pemerintah pusat tidak terlepas dari komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor dalam membenahi wilayah tersebut secara berkelanjutan.
Ajat menggarisbawahi bahwa penataan harus dilakukan secara terintegrasi dari hulu hingga hilir, tanpa mengesampingkan aspek-aspek krusial di lapangan.
"Penataan tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan harus terpadu. Tidak mungkin kita menata kawasan Gunung Mas tanpa memperbaiki Simpang Gadog terlebih dahulu," tutur Ajat menjelaskan skema penanganan wilayah tersebut.
Ajat menambahkan, Simpang Gadog menjadi titik krusial yang memerlukan penanganan segera. Hal ini disebabkan oleh tingginya aktivitas persimpangan, keberadaan bangunan liar, serta aktivitas pedagang kaki lima (PKL) yang kerap memicu kemacetan parah. Oleh karena itu, penanganan akan diprioritaskan mulai dari kawasan bawah sebelum bergerak ke wilayah atas, meliputi Gunung Mas hingga perbatasan Cianjur.
Melalui langkah komprehensif ini, pemerintah berharap tercipta keterpaduan tata ruang yang mampu mengurangi kepadatan lalu lintas secara signifikan. Lebih dari itu, penataan ini diharapkan dapat menstimulus pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat secara lebih sehat dan berkelanjutan di masa mendatang.(*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Prediksi Skor Rumania vs Wales, 7 Juni 2026: Misi Akhiri Paceklik Kemenangan
- 2Prediksi Skor Denmark vs Ukraina, 7 Juni 2026: De Rod-Hvide Bidik Kebangkitan di Odense
- 3Prediksi Skor Arab Saudi vs Puerto Rico, 6 Juni 2026: Kesempatan Falcons Kembali ke Jalur Kemenangan
- 4Prediksi Skor Georgia vs Bahrain, 5 Juni 2026: Crusaders Ingin Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan
- 5Daftar 15 Lokasi Nobar Timnas Indonesia vs Mozambik di Jabodetabek pada FIFA Matchday Hari Ini, Selasa 9 Juni 2026
- 6Prediksi Skor Yunani vs Italia, 8 Juni 2026: Ujian Berat Generasi Baru Azzurri
- 7Daftar 33 Lokasi Nobar Timnas Indonesia vs Oman di Jakarta dalam FIFA Matchday 2026 Hari Ini, Yuk Dukung Garuda!
- 8Prediksi Skor Slovakia vs Montenegro, 5 Juni 2026: Duel Sengit di Kosicka
- 9Ancol Sunset Sound: Cara Baru Menikmati Sunset di Jakarta Lewat Musik, Pantai, Kuliner, dan Staycation
- 10Dorong Pola Hidup Sehat dan Ekonomi Lokal, Bupati Tangerang Lepas Fun Run 5K Komunitas Wisata Kreatif 2026

