Legislator Golkar Ramly Muhammad Soroti Kekurangan Ruang ICU di RS Jakarta: Banyak Warga Meninggal Karena Tidak Tertangani dengan Cepat

AKURAT JAKARTA - Wakil Ketua Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta, Ramly HI Muhammad, menyoroti masih terbatasnya ketersediaan ruang Intensive Care Unit (ICU) di sejumlah rumah sakit di Jakarta.
Ia bahkan menyebut kondisi tersebut berdampak pada keselamatan warga yang membutuhkan penanganan cepat.
Hal tersebut disampaikan Ramly dalam rapat Komisi E DPRD DKI Jakarta bersama Dinas Kesehatan saat membahas rencana program kesehatan dalam RKPD, beberapa waktu lalu.
Baca Juga: PMI DKI Dirikan 14 Pos Kesehatan di Titik Mudik dan Wisata, Siaga dari H-7 hingga H+3 Lebaran 2026
Ramly mengatakan, usulan penambahan ruang ICU sebenarnya sudah berkali-kali disampaikan DPRD melalui reses maupun Musrenbang, namun hingga kini belum terealisasi.
"Ruang ICU ini sudah kita sampaikan dalam reses, Musrenbang, bahkan dalam paripurna. Tapi belum juga kelar. Ini penting sekali, karena banyak rakyat kita meninggal gara-gara itu," kata Ramly.
Menurut Ramly, keterbatasan ruang ICU membuat pasien harus menunggu lama untuk mendapatkan perawatan intensif.
Dalam beberapa kasus, katanya, pasien bahkan meninggal dunia sebelum sempat mendapatkan penanganan.
"Datang ke rumah sakit, masih harus menunggu. Tahu-tahu pasiennya meninggal duluan. Ini jangan sampai terulang lagi," ujarnya.
Baca Juga: Prediksi Skor Juventus vs Sassuolo di Serie A, 22 Maret 2026: Misi Wajib Menang Bianconeri
Ramly mendorong Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk menambah kapasitas ICU, terutama di rumah sakit tipe A dan tipe B dengan penambahan sekitar 10 unit, serta tambahan di rumah sakit tipe C.
Ia menegaskan, penambahan fasilitas ICU harus menjadi prioritas karena berkaitan langsung dengan keselamatan masyarakat.
"Ini catatan penting. Jangan sampai lolos lagi. Penambahan ICU ini harus jadi prioritas," tegas Anggota Komisi E itu.
Selain ICU, Ramly juga menyinggung pentingnya kesiapan fasilitas tempat tidur rumah sakit secara umum.
Baca Juga: Transjakarta Sesuaikan Pola Operasi Angkutan Lebaran 2026, Siapkan Rute Khusus hingga Layanan 24 Jam
Ia meminta agar kebijakan pengurangan jumlah tempat tidur per ruang perawatan juga diimbangi dengan penambahan kapasitas agar tidak menimbulkan antrean pasien. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!





