Jakarta

Pemain Leeds United Ini Masuk Target Naturalisasi Timnas Indonesia, Jadi Rebutan Tiga Negara, Siapa Paling Berpeluang?

M Rahman Akurat | 18 Mei 2026, 07:44 WIB
Pemain Leeds United Ini Masuk Target Naturalisasi Timnas Indonesia, Jadi Rebutan Tiga Negara, Siapa Paling Berpeluang?
Bek Leeds United, Pascal Struijk, jadi incaran naturalisasi Timnas Indonesia

AKURAT JAKARTA – Nama bek tangguh Leeds United, Pascal Struijk, kembali menjadi pusat perhatian publik sepak bola tanah air.

Pemain bertinggi badan 190 cm ini santer dikabarkan masuk dalam radar program naturalisasi terbaru yang sedang dirancang untuk memperkuat Timnas Indonesia di level internasional.

Isu ini mencuat seiring dengan ambisi besar pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, yang tengah berburu pemain keturunan berkualitas elite guna menyongsong ajang bergengsi Piala Asia 2027 di Arab Saudi.

Baca Juga: Tak Semua Pekerjaan Bisa Diganti AI, Ini 5 Jurusan yang Tetap Aman

Kode Keras dari Kemenkumham RI

Sinyal mengenai proses naturalisasi tambahan ini sebelumnya sempat dibocorkan oleh Staf Khusus Menteri Hukum RI, Noor Korompot.

Melalui unggahan di media sosial pada Rabu (13/4/2026), ia mengisyaratkan bahwa PSSI bersama pemerintah sedang memproses beberapa nama baru untuk memperkuat kedalaman skuad Garuda.

John Herdman yang kini memegang kendali kepelatihan Timnas Indonesia pun dikabarkan sedang memantau secara intensif perkembangan para pemain diaspora di Eropa.

Pascal Struijk menjadi salah satu incaran prioritas utama untuk mengisi sektor pertahanan.

Baca Juga: Dikalahkan Persib Bandung di Kandang, Suporter PSM Makassar Ngamuk hingga Bakar Fasilitas Stadion

Raja Terakhir Pemain Diaspora

Kualitas Pascal Struijk memang tidak perlu diragukan. Bermain secara reguler di kompetisi ketat Inggris bersama Leeds United menjadikannya salah satu bek paling potensial di Eropa.

Yussa Nugraha, sosok yang dikenal sering menjembatani informasi pemain keturunan di Eropa, menyebut Struijk sebagai sosok istimewa.

"Banyak suporter menyebutnya sebagai 'Raja Terakhir' pemain diaspora Indonesia. Sebutan itu muncul karena kualitas dan pengalamannya di level tertinggi sepak bola dunia, terutama di Liga Inggris," ujar Yussa melalui kanal YouTube pribadinya pada Sabtu (17/5/2026).

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.