Jakarta

Jangan Terlalu Percaya Smartwatch, Tidur Nyenyak Ternyata Bukan Cuma Soal Deep Sleep

Anggerhana Denni Rahmawati | 7 Agustus 2026, 21:15 WIB
Jangan Terlalu Percaya Smartwatch, Tidur Nyenyak Ternyata Bukan Cuma Soal Deep Sleep
Ilustrasi tidur yang berkualitas.

AKURAT JAKARTA - Belakangan ini, semakin banyak orang membuka aplikasi kesehatan setiap pagi untuk melihat skor kualitas tidur.

Salah satu angka yang paling sering menjadi perhatian adalah deep sleep atau fase tidur lelap.

Tidak sedikit yang merasa puas ketika durasi deep sleep meningkat, bahkan ada yang sengaja mengurangi waktu tidur demi mendapatkan persentase deep sleep yang lebih tinggi.

Fenomena tersebut menunjukkan bahwa masyarakat mulai semakin sadar pentingnya tidur.

Namun, di sisi lain, muncul anggapan bahwa semakin lama deep sleep, semakin baik pula kualitas istirahat seseorang.

Padahal, pandangan tersebut tidak sepenuhnya benar.

Edukator sekaligus pelatih tidur Vishal Dasani mengingatkan bahwa kualitas tidur tidak bisa dinilai hanya dari satu fase saja.

Menurutnya, ketika dihadapkan pada pilihan tidur selama delapan jam dengan satu jam deep sleep atau tidur lima jam dengan dua jam deep sleep, pilihan yang lebih baik tetaplah tidur selama delapan jam.

"Beberapa hari lalu ada yang bertanya ke saya, 'Coach, mana nih yang lebih baik? Tidur delapan jam tapi deep sleep-nya cuma satu jam, atau tidur lima jam tapi deep sleep-nya dua jam?' Saya memilih tidur yang delapan jam tetapi deep sleep-nya cuma satu jam," kata Vishal.

Ia menjelaskan bahwa tubuh manusia membutuhkan keseluruhan siklus tidur agar dapat pulih secara optimal.

Baca Juga: Berlayar ke Pulau Terpencil, Alumni UNS Menemukan Fakta yang Mengubah Cara Pandang tentang Masa Depan

Tidur bukan hanya terdiri atas fase deep sleep, tetapi juga light sleep dan Rapid Eye Movement (REM) sleep.

Ketiganya memiliki fungsi yang berbeda, namun saling melengkapi.

"Kita tidak tidur hanya untuk mendapatkan deep sleep. Tubuh kita membutuhkan satu paket tidur yang lengkap. Ada light sleep, deep sleep, dan REM sleep-nya. Masing-masing punya porsi dan fungsi yang berbeda, tetapi mereka sama pentingnya dan saling melengkapi," jelas dia.

Menurut Vishal, deep sleep memang berperan besar dalam pemulihan fisik dan regenerasi sel tubuh.

Namun, REM sleep memiliki fungsi penting dalam menjaga memori, kemampuan belajar, pengolahan emosi, serta performa otak.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.