Ternyata Tidur dengan Cahaya Remang-Remang Bisa Merusak Ritme Tubuh Kamu

AKURAT JAKARTA - Cahaya remang-remang, baik dari lampu jalan maupun gawai, kerap dianggap hanya mengganggu kenyamanan tidurmu.
Cahaya remang-remang ternyata dapat memicu gangguan biologis yang memengaruhi fungsi tubuh tanpa kamu sadari.
Banyak orang tidak mengetahui bahwa paparan cahaya buatan saat tidur bisa mengganggu ritme sirkadian yang vital bagi kesehatan.
Baca Juga: Bukan Soal Kursi dan Sabuk Pengaman, Ini Kebiasaan yang Wajib Kamu Ikuti Saat Naik Pesawat
Kamu mungkin merasa baik-baik saja walaupun terpapar cahaya redup, padahal sistem tubuh bisa sedang mengalami stres halus.
Penelitian terbaru bahkan menunjukkan bahwa cahaya kecil yang kamu biarkan menyala dapat berkaitan dengan meningkatnya risiko penyakit jantung.
Riset observasional yang dipresentasikan pada American Heart Association's Scientific Sessions 2025 menemukan hubungan signifikan antara paparan cahaya buatan pada malam hari dengan peningkatan risiko masalah jantung.
Baca Juga: WAF, Festival Angklung Terbesar 2025 Siap Guncang Jakarta dengan Kolaborasi Budaya Unik
Partisipan yang banyak terpapar cahaya dari lingkungan sekitar—seperti lampu jalan, lampu bangunan terang, hingga remang-remang dari ruangan—menunjukkan aktivitas stres otak lebih tinggi serta tanda peradangan pembuluh darah.
Temuan itu juga mengungkap adanya peningkatan risiko kejadian jantung mayor, termasuk penyakit jantung koroner.
Salah satu penulis studi, Dr. Shady Abohashem, menjelaskan mekanisme biologisnya.
Baca Juga: Terbongkar! 5 Olahraga Rahasia yang Bikin Kamu Awet Muda
"Cahaya adalah sinyal biologis yang kuat. Otak kita dirancang untuk merespons siklus terang-gelap alami, dan ketika ritme tersebut terganggu, hal itu dapat memengaruhi banyak sistem dalam tubuh," kata dr Abohashem dikutip dari Women's Health pada Selasa (18/11/2025).
Gangguan ritme sirkadian ini bukan sekadar mengubah pola tidur, tetapi juga mengintervensi sistem kardiovaskular.
Ahli saraf sekaligus dokter pengobatan tidur, dr W Christopher Winter, mempertegas pentingnya ritme ini.
"Faktor sirkadian tidak hanya memengaruhi cara kita tertidur dan bangun, tetapi juga memiliki implikasi besar bagi kesehatan kita secara keseluruhan," ujarnya.
Baca Juga: Bukan Cuma Manis, Simak Alasan Mengapa Buah Mangga Layak Disebut Raja Buah Berikut Ini
Saat kamu terpapar cahaya pada waktu tubuh seharusnya beristirahat, otak menerima sinyal kontradiktif sehingga produksi melatonin ditekan.
Dokter Abohashem menjelaskan, "Gangguan ini dapat mengaktifkan pusat stres di otak, seperti amigdala, yang pada gilirannya memicu peradangan pada arteri—kombinasi yang telah kami temukan dalam penelitian sebelumnya dapat meningkatkan risiko penyakit jantung."
Meski penelitian tersebut masih bersifat observasional, para ahli menilai temuannya cukup kuat untuk dijadikan peringatan.
Baca Juga: Tips Ampuh Hadapi Bau Badan Saat Cuaca Terik, Simpel Tapi Manjur!
Faktor lain seperti gaya hidup atau genetik mungkin berperan, tetapi efek cahaya malam tetap tidak boleh diremehkan.
Sebagai langkah pencegahan, para ahli menyarankan kamar tidur harus dibuat semaksimal mungkin dalam kondisi gelap.
Dokter Winter menganjurkan penggunaan penutup mata dan tirai tebal, sementara dr Abohashem menambahkan bahwa meredupkan lampu teras atau pencahayaan luar rumah juga bermanfaat.
Baca Juga: Bahaya Tersembunyi di Balik Dengkuran Malam, Sleep Apnea Mengintai
Kebiasaan sederhana ini diyakini dapat menjadi perlindungan jangka panjang bagi kesehatanmu.
Seperti dikatakan dalam penelitian itu, menjaga kegelapan malam adalah bagian dari menjaga jantung kamu. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!





