Jakarta

Ini Batas Aman Konsumsi Gula, Garam, dan Lemak Harian Anak, Jangan Sampai Over

Aisya Nur Aziza | 29 Juli 2026, 21:46 WIB
Ini Batas Aman Konsumsi Gula, Garam, dan Lemak Harian Anak, Jangan Sampai Over
Ilustrasi panduan konsumsi GGL menurut ambang batas WHO

AKURAT JAKARTA — Kebiasaan mengonsumsi makanan berminyak, manis, dan asin kini bukan lagi sekadar perkara selera, melainkan ancaman serius bagi kesehatan masyarakat.

Tingginya asupan gula, garam, dan lemak (GGL) berlebih terbukti meningkatkan risiko Penyakit Tidak Menular (PTM), seperti diabetes, hipertensi, penyakit jantung, hingga kanker.

Fenomena ini tidak lagi hanya menyerang kelompok lanjut usia, melainkan mulai mengintai kelompok usia produktif dan anak-anak.

Baca Juga: KPAI Desak Aturan Batas Maksimal Gula, Garam, dan Lemak pada Anak

Panduan Ambang Batas Konsumsi GGL Menurut WHO dan Kemenkes

Berdasarkan panduan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Kementerian Kesehatan RI, berikut adalah acuan konsumsi harian yang aman bagi tubuh:

1. Gula

Konsumsi gula idealnya tidak melebihi 5% dari total kebutuhan kalori harian atau disarankan di bawah 25 gram per hari untuk menekan risiko obesitas dan diabetes tipe 2.

Untuk orang dewasa, maksimal penggunaan gula ada pada 50 gram atau setara 4 sendok makan per hari.

Sementara anak usia 7–10 tahun, maksimal sebanyak 24 gram setara 6 sendok teh per hari.

Dan anak Usia 2–6 tahun maksimal 19 gram atau setara 4 sendok teh per hari.

2. Garam

Asupan garam yang berlebih berisiko memicu peningkatkan tekanan darah (hipertensi).

  • Usia 11 Tahun ke Atas / Dewasa: Maksimal 6 gram (setara 1 sendok teh) per hari.

  • Anak Usia 7–10 Tahun: Maksimal 5 gram per hari.

  • Anak Usia 4–6 Tahun: Maksimal 3 gram (setara ½ sendok teh) per hari.

  • Anak Usia 1–3 Tahun: Maksimal 2 gram per hari.

  • Bayi (< 1 Tahun): Maksimal 1 gram per hari.

3. Lemak

Banyak orang tua sering kali menghindari lemak dalam menu harian anak.

Padahal, lemak merupakan salah satu nutrisi penting yang sangat dibutuhkan untuk perkembangan otak, energi, dan tumbuh kembang anak secara optimal.

Namun, tentu saja porsinya harus pas, tidak kekurangan dan tidak berlebihan.

Berdasarkan Angka Kecukupan Gizi (AKG) dari Kementerian Kesehatan RI, kebutuhan lemak anak dibedakan berdasarkan usia dan jenis kelamin:

Bayi & Balita

  • 0–5 Bulan: 31 gram

  • 6–11 Bulan: 35 gram

  • 1–3 Tahun: 45 gram

  • 4–6 Tahun: 50 gram

  • 7–9 Tahun: 55 gram

Usia Remaja (Memasuki Masa Pertumbuhan Pesat)

  • 10–12 Tahun: 65 gram (sama untuk laki-laki & perempuan)

  • 13–15 Tahun: Laki-laki 80 gram | Perempuan 70 gram

  • 16–18 Tahun: Laki-laki 85 gram | Perempuan 70 gram

Kecermatan Membaca Label Kemasan Pangan

Adapun anjuran batas harian di atas tidak hanya berlaku bagi bumbu dapur rumah tangga, melainkan juga mencakup pangan olahan dan minuman kemasan.

Tambahan GGL tersembunyi pada produk kemasan kerap menjadi pemicu utama melonjaknya asupan harian tanpa disadari konsumen.

Penting bagi masyarakat untuk mencermati tabel Informasi Nilai Gizi sebelum membeli produk pangan.

Takaran riil zat gizi dapat dihitung dengan mengalikan angka kandungan per sajian dengan jumlah sajian per kemasan.

Sebagai contoh, jika sebuah camilan mengandung 5 gram gula per sajian dengan total 3 sajian per kemasan, maka menghabiskan seluruh isi kemasan tersebut sama dengan menyumbang 15 gram gula ke dalam tubuh setara 60% dari anjuran harian ideal.

Penerapan pola makan gizi seimbang serta pembatasan asupan terproses sejak dini menjadi kunci utama untuk membentengi diri dari krisis kesehatan di masa depan. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.