Jakarta

Tanpa Disadari, 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Bisa Meningkatkan Risiko Kanker

Anggerhana Denni Rahmawati | 22 Juni 2026, 06:30 WIB
Tanpa Disadari, 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Bisa Meningkatkan Risiko Kanker
Kebiasaan yang bisa memicu kanker.

AKURAT JAKARTA - Kanker merupakan salah satu penyakit yang masih menjadi perhatian banyak orang.

Meski faktor keturunan bisa berperan, gaya hidup sehari-hari juga memiliki pengaruh besar terhadap risiko munculnya penyakit ini.

Beberapa kebiasaan yang sering dianggap sepele ternyata dapat menciptakan kondisi yang mendukung pertumbuhan sel kanker.

Karena itu, penting bagi kamu untuk mulai memperhatikan pola hidup sejak dini.

Dengan perubahan kecil yang dilakukan secara konsisten, risiko berbagai penyakit, termasuk kanker, bisa ditekan.

Berikut enam kebiasaan yang sebaiknya dihindari karena dapat meningkatkan risiko kanker.

1. Kurang Bergerak

Terlalu lama duduk dan jarang berolahraga tidak hanya berdampak pada berat badan, tetapi juga dapat memengaruhi kondisi tubuh secara keseluruhan.

Kurangnya aktivitas fisik dapat memicu peradangan ringan dan perubahan hormon yang berpotensi mendukung perkembangan sel kanker.

Meluangkan waktu untuk berjalan kaki, berolahraga ringan, atau sekadar lebih aktif bergerak dapat membantu menjaga kesehatan tubuh.

2. Pola Tidur yang Buruk

Tidur yang cukup sangat penting untuk menjaga fungsi tubuh tetap optimal.

Kurang tidur atau memiliki jadwal tidur yang tidak teratur dapat menurunkan produksi melatonin.

Melatonin adalah hormon dengan efek antikanker dan perlindungan.

Ketika kualitas tidur menurun, sistem kekebalan tubuh juga bisa ikut terganggu sehingga kemampuan tubuh dalam melawan sel abnormal menjadi berkurang.

Baca Juga: Mau ke BXSea Tanpa Antre? Begini Cara Pesan Tiket Online yang Praktis dan Cepat

=====

3. Stres Berkepanjangan

Stres merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari, tetapi jika berlangsung terus-menerus, dampaknya bisa memengaruhi kesehatan.

Stres kronis dapat mengganggu keseimbangan hormon dan menurunkan daya tahan tubuh.

Selain itu, paparan stres yang berlebihan akan mengubah seseorang menjadi pasien kanker karena kondisi sistem kekebalan tubuh yang terganggu.

Mengelola stres dengan baik, seperti berolahraga, beristirahat cukup, atau melakukan hobi, dapat membantu menjaga kesehatan secara keseluruhan.

4. Konsumsi Alkohol

Mengonsumsi alkohol, bahkan dalam jumlah yang tidak berlebihan, tetap dapat meningkatkan risiko beberapa jenis kanker.

Saat diproses tubuh, alkohol akan berubah menjadi asetaldehida yang bersifat karsinogenik.

Mekanisme konversi alkohol yang lama mengubahnya menjadi asetaldehida, karsinogen yang sangat berbahaya yang sering ditemukan pada kanker payudara, kanker hati, dan kanker mulut.

5. Menggunakan Tembakau

Tembakau masih menjadi salah satu penyebab utama berbagai jenis kanker.

Kandungan zat berbahaya di dalamnya dapat merusak DNA sel dan meningkatkan risiko pertumbuhan sel abnormal.

Risikonya tidak hanya berkaitan dengan kanker paru-paru, tetapi juga dapat menyerang berbagai organ lain dalam tubuh.

6. Jarang Melakukan Pemeriksaan Kesehatan

Banyak orang menunda pemeriksaan kesehatan karena merasa tubuhnya baik-baik saja.

Baca Juga: Dari Adrenalin hingga Tren Viral, Ini Alasan Makanan Pedas Digemari

=====

Padahal, pemeriksaan rutin dapat membantu mendeteksi penyakit sejak dini.

Dengan menunda pemeriksaan kesehatan dan skrining yang diperlukan secara teratur, sebagian besar orang baru mendiagnosis penyakit pada stadium lanjut ketika situasinya sudah rumit.

Karena itu, pemeriksaan berkala menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan dan meningkatkan peluang penanganan yang lebih efektif jika ditemukan masalah kesehatan. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.