Jakarta

Dulu Sekolah Kedokteran Kini Museum, Gedung Ini Jadi Saksi Awal Kebangkitan Nasional

Anggerhana Denni Rahmawati | 18 Agustus 2026, 17:45 WIB
Dulu Sekolah Kedokteran Kini Museum, Gedung Ini Jadi Saksi Awal Kebangkitan Nasional
Sekolah kedokteran yang mengubah sejarah indonesia, kini jadi museum. - Instagram @muskitnasofficial

AKURAT JAKARTA - Sebuah gedung di Jakarta menyimpan cerita panjang tentang perjalanan pendidikan dan pergerakan nasional Indonesia.

Tempat yang kini dikenal sebagai Museum Kebangkitan Nasional itu dulunya merupakan sekolah kedokteran bagi pribumi pada masa kolonial Belanda.

Sekolah tersebut bernama School tot Opleiding van Inlandsche Artsen atau STOVIA.

Di tempat inilah para pelajar pribumi tidak hanya mendapatkan pendidikan untuk menjadi tenaga medis, tetapi juga mulai mengenal berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

Lingkungan pendidikan STOVIA kemudian berkembang menjadi ruang bertemunya gagasan mengenai pendidikan, kehidupan sosial, dan kondisi masyarakat pribumi.

Dari lingkungan tersebut, muncul kesadaran bahwa persoalan bangsa tidak cukup dihadapi secara individual.

Para pelajar STOVIA menjalani pendidikan kedokteran dalam sistem kolonial.

Namun, kehidupan mereka tidak hanya berkutat pada buku pelajaran dan praktik medis.

Perhatian terhadap kondisi masyarakat ikut membentuk cara pandang para pelajar.

Mereka melihat berbagai persoalan sosial dan pendidikan yang dialami masyarakat pribumi sehingga mulai muncul gagasan untuk melakukan perubahan.

Baca Juga: SIAK-NG Resmi Ditutup, Mahasiswa UI Kini Punya SATU Pintu untuk Urusan Akademik

Momentum penting terjadi pada 20 Mei 1908.

Sejumlah pelajar STOVIA mendirikan Boedi Oetomo, organisasi yang kemudian dikenal sebagai salah satu tonggak awal pergerakan nasional Indonesia.

Tanggal berdirinya organisasi tersebut selanjutnya diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional.

Menariknya, gagasan yang berkembang di lingkungan sekolah kedokteran tersebut akhirnya memiliki pengaruh jauh lebih luas daripada bidang pendidikan medis.

Para pelajar mulai membangun kesadaran untuk memperjuangkan kemajuan masyarakat melalui organisasi dan gerakan yang lebih terarah.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.