Jakarta

Ramai Istilah 'Sell Indonesia' di Media Asing, Apa Maksudnya?

Aisya Nur Aziza | 10 Juni 2026, 22:07 WIB
Ramai Istilah 'Sell Indonesia' di Media Asing, Apa Maksudnya?
Ilustrasi narasi media asing dengan istilah Sell Indonesia yang muncul saat nilai tukar rupiah terhadap dolar melemah

AKURAT JAKARTA- Belakangan ini, jagat media sosial dan pemberitaan internasional sedang ramai membahas istilah "Sell Indonesia".

Istilah ini mendadak viral setelah muncul di beberapa media asing ternama yang menyoroti kondisi melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Bagi masyarakat awam, kata "Sell Indonesia" mungkin terdengar menyeramkan, seolah-olah negara kita akan dijual atau sedang berada di ambang kebangkrutan seperti tahun 1998 lalu.

Namun sebenarnya apa arti dari hastag tersebut?

Baca Juga: Menlu Iran Beri Peringatan Keras ke AS: Selat Hormuz Bukan Perairan Internasional

Maksud "Sell Indonesia"?

Dalam bahasa pasar keuangan, istilah ini sebenarnya bukanlah hal yang aneh.

"Sell Indonesia" hanyalah sebuah sebutan ketika para investor global atau pengusaha asing memilih untuk "bermain aman".

Artinya, mereka mulai kompak mengurangi, memindahkan, atau menjual aset-aset yang mereka miliki di Indonesia.

Seperti saham, surat utang negara, hingga mata uang rupiah untuk dibawa pulang atau dipindahkan ke negara lain.

Alhasil, karena banyak asing yang melepas rupiah, nilai tukar rupiah pun ikut merosot dan pasar saham dalam negeri jadi ikut lesu.

Baca Juga: Menkeu Tepis Ekonomi Lesu, Daya Beli Masyarakat Justru Menguat

Respons Menteri Keuangan

Sementara itu, Menteri Keuangan menanggapi ramainya narasi "Sell Indonesia".

Ia meminta masyarakat tidak perlu panik lantaran analisis tersebut tidak sepenuhnya tepat dengan kondisi ekonomi Indonesia yang asli.

Purbaya menegaskan bahwa kondisi keuangan negara saat ini tetap berada dalam koridor yang aman, stabil, dan jauh dari bayang-bayang krisis finansial masa lalu.

"Kita tidak sedang menuju keadaan seperti 1998 lagi. Fiskal (keuangan) kita baik, ekonominya bagus," tegas Menkeu Purbaya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.