Jakarta

6 Bahan Tersembunyi yang Bikin Camilan Jadi Tak Sehat, Waspadai Sekarang agar Kesehatan Keluarga Terjaga

Anggerhana Denni Rahmawati | 8 April 2026, 10:30 WIB
6 Bahan Tersembunyi yang Bikin Camilan Jadi Tak Sehat, Waspadai Sekarang agar Kesehatan Keluarga Terjaga
Ilustrasi camilan yang tidak sehat. (Freepik)

AKURAT JAKARTA - Di tengah gaya hidup yang serba praktis, camilan kemasan menjadi pilihan banyak orang karena mudah didapat dan dikonsumsi kapan saja.

Namun, di balik rasanya yang lezat, tidak semua camilan memberikan manfaat bagi tubuh.

Justru, beberapa di antaranya dirancang agar kamu terus ingin makan tanpa benar-benar merasa kenyang.

Baca Juga: Termasuk Duduk Lama, Kenali 5 Penyebab Pinggang Sering Sakit yang Wajib Diwaspadai Berikut Ini

"Kebanyakan camilan kemasan sebenarnya tidak selalu ‘buruk’, tetapi, banyak yang dirancang agar kita terus ingin makan lagi, bukan benar-benar membuat kenyang atau puas,” kata pelatih nutrisi dan kebugaran di Life Time Plymouth Keri Anderson dikutip dari laman Eat This Not That, Rabu (8/4/2026).

Berikut enam bahan yang perlu kamu waspadai dalam camilan favorit:

1. Gula tambahan

Baca Juga: 5 Cara Simpel Bikin Malam Lebih Meaningful, Rahasia Tidur Nyenyak Tanpa Stres

Gula sering muncul dalam berbagai bentuk seperti gula tebu, sirup beras merah, hingga konsentrat jus buah.

Kandungan ini bisa menumpuk tanpa disadari dan memicu lonjakan gula darah.

"Ini cenderung membuat gula darah melonjak dan sering membuat orang cepat lapar lagi,” kata dia.

Baca Juga: Rahasia Pagi Produktif, 5 Kebiasaan Sederhana yang Wajib Kamu Coba

2. Minyak nabati yang diproses

Minyak seperti kedelai, jagung, atau kanola banyak digunakan dalam camilan kemasan.

Kombinasi dengan garam dan karbohidrat membuat camilan ini mudah dikonsumsi berlebihan.

Baca Juga: 5 Tanda Terlalu Oversharing di Media Sosial, Tanpa Disadari Kamu Bisa Melakukannya

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.