Jakarta

Jarang Disadari, Penyakit Gusi Ternyata Berisiko ke Seluruh Tubuh

Zainal Abidin | 21 Desember 2025, 20:00 WIB
Jarang Disadari, Penyakit Gusi Ternyata Berisiko ke Seluruh Tubuh

AKURAT JAKARTA - Penyakit pada gusi merupakan salah satu masalah kesehatan mulut yang sering diabaikan.

Padahal, gusi yang meradang dapat menjadi pintu masuk kuman dan bakteri ke dalam tubuh.

Jika dibiarkan, kondisi ini tidak hanya menyebabkan infeksi lokal di mulut, tetapi juga berpotensi memicu berbagai penyakit tidak menular di bagian tubuh lain.

Baca Juga: Tak Banyak yang Tahu, 5 Teh Ini Diyakini Bisa Mengendalikan Mood

Guru Besar Ilmu Periodonsia Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran, Prof. Dr. Amaliya, drg., M.Sc., Ph.D, menjelaskan bahwa salah satu tanda paling awal dari peradangan gusi adalah keluarnya darah saat menyikat gigi.

“Pada saat abis sikat gigi kan kita buang ludah atau pasta giginya, itu kelihatan ada darah.

Pada saat sikat gigi berdarah itu salah satu tanda bahwa gusi mengalami peradangan atau perdarahan, itu salah satu tanda.

Baca Juga: Dongeng Anak: Kancil dan Si Merak Sombong

Jadi dari situ saja sudah bisa kita sadari, tapi kadang-kadang kita menganggap remeh,” kata Amaliya dalam diskusi dengan media dan pakar soal kesehatan gusi di Jakarta, Rabu.

Menurutnya, kerusakan gusi yang tidak ditangani dapat berlanjut ke peradangan tulang penyangga gigi.

Kondisi ini berisiko menyebabkan gigi goyang hingga lepas dan tidak bisa dikembalikan seperti semula.

Baca Juga: Hari Ibu Makin Spesial dengan 10 Ide Hadiah Sederhana tapi Bermakna

Jika penyangga gigi rusak, aktivitas makan akan terganggu dan produktivitas sehari-hari ikut menurun karena kamu harus menjalani perawatan medis secara rutin.

Amaliya juga menyoroti rendahnya pemahaman masyarakat terkait tanda-tanda penyakit gusi.

Gejala yang perlu diwaspadai meliputi gusi berwarna merah, mudah berdarah, berbau tidak sedap, terasa lebih lunak, tampak membesar, hingga muncul rasa gatal pada gusi.

Baca Juga: Rumah Lembab Jadi Sarang Black Mold atau Jamur Hitam, Ini yang Perlu Kamu Ketahui

Selain itu, kebiasaan merokok menjadi salah satu faktor risiko utama kerusakan gusi.

“Karena dengan merokok aliran darah gusi itu menjadi menyempit, giginya jadi hitam-hitam, gusinya menjadi pucat, enggak ada darahnya. Sehingga nutrisi ke jaringan pendukung giginya berkurang. Mungkin kalau dicabut itu enggak ada darahnya, padahal itu nanti jadi kering, lukanya kering dan tidak mengalami penyembuhan yang benar,” katanya.

Lebih lanjut, Amaliya mengungkapkan bahwa sekitar 90 persen masyarakat Indonesia tidak memeriksakan giginya ke dokter gigi dalam setahun terakhir.

Baca Juga: Tak Sekadar Buah Biasa, Ini 7 Manfaat Apel untuk Kesehatan Tubuh

Bahkan, hanya 6,2 persen penduduk yang memahami waktu menyikat gigi yang tepat, yakni setelah sarapan dan sebelum tidur.

Pemeriksaan gigi secara rutin, setidaknya enam bulan sekali, dinilai penting untuk mencegah peradangan gusi serta mengurangi risiko penyakit metabolik yang dapat diperburuk oleh kerusakan pembuluh darah pada gusi. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.